tirto.id - Perusahaan di Indonesia akan segera menghadapi realitas demografi baru, yaitu lonjakan jumlah pekerja senior yang tumbuh 11 kali lebih cepat daripada kelompok usia lainnya.
Hal ini tercermin dari hasil survei lembaga konsultan global, Mercer, yang disampaikan oleh Direktur SDM dan Penunjang Bisnis PT Pertamina International Shipping (PIS), Dewi Kurnia Salwa.
Dewi menjelaskan, fenomena ini memaksa dunia usaha untuk menyusun strategi pengelolaan sumber daya manusia (SDM) yang inovatif dan berkelanjutan.
“Ke depan dunia nanti akan lebih cepat pertumbuhan usia senior dibandingkan generasi-generasi yang lainnya. Bahkan bisa dikatakan di dalam salah satu report ini pertumbuhan usia senior itu 11 kali lipat lebih cepat,” ujar Dewi dalam sebuah acara di ICE BSD, Selasa (2/9/2025).
Dewi mengungkapkan bahwa isu ini merupakan salah satu dari lima risiko strategis yang dihadapi perusahaan saat ini, berdasarkan survei global terkini. Menurutnya kondisi ini akan menciptakan tantangan tersendiri bagi perusahaan.
“Ini akan menimbulkan suatu kondisi dimana nanti kita akan berhadapan dengan lebih banyak senior. Mungkin nanti ini menjadi salah satu strategi yang ditemukan oleh perusahaan bagaimana mengelola pekerja-pekerja yang saat ini, kalau di Indonesia ini usia pensiunnya adalah 56 tahun, sementara nanti ke depan usia-usia tua atau usia senior ini akan lebih banyak,” jelas Dewi.
Ia menilai, lonjakan pekerja senior tidak hanya soal angka, tetapi juga implikasi pada kebijakan ketenagakerjaan, produktivitas, program reskilling, serta desain manfaat dan tunjangan karyawan.
Perusahaan harus memikirkan cara mempertahankan talenta berpengalaman sambil tetap membuka ruang bagi generasi muda.
Hal ini, sambungnya, juga berkaitan dengan isu longevity economy atau ekonomi jangka panjang yang digerakkan oleh pekerja di usia 50 tahun ke atas.
Selain itu, ia juga mengungkapkan empat tantangan utama lainnya, yaitu kebutuhan reskilling dan upskilling, komitmen sustainability yang baik, stabilitas geopolitik, dan fluktuasi permintaan konsumen.
Khusus tentang peningkatan kompetensi, Dewi menekankan, perlunya adaptasi yang lebih cepat seiring dengan perkembangan teknologi.
“Perubahan terjadi begitu cepat, teknologi juga begitu cepat. Sangat dibutuhkan pekerja untuk catch up terhadap peningkatan skill. Kecepatan perubahan-perubahan itu harus diikuti dengan kecepatan upskilling dan reskilling, dan itu tentunya adalah PR dari human capital,” ujarnya.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Dwi Aditya Putra
Masuk tirto.id






































