Menuju konten utama

Perjuangan Tim SAR Evakuasi Korban ATR 42-500

Basarnas menyebut cuaca buruk dan medan terjal menghambat evakuasi korban.

Perjuangan Tim SAR Evakuasi Korban ATR 42-500
Tim SAR Gabungan membawa kantong berisi serpihan pesawat ATR 42-500 milik IAT di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Minggu (18/1/2026). Tim SAR gabungan masih berusaha mengevakuasi para korban kecelakaan pesawat meski terkendala cuaca buruk. ANTARA FOTO/Muchtamir/Lmo/tom.
2026/01/21/antarafoto-pencarian-pesawat-atr-42-500-milik-iat-di-pangkep-1768965185.jpg
Tim SAR gabungan mengumpulkan serpihan pesawat ATR 42-500 milik IAT di Puncak Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Minggu (18/1/2026). Tim SAR gabungan masih berusaha mengevakuasi para korban kecelakaan pesawat meski terkendala cuaca buruk. ANTARA FOTO/Muchtamir/Lmo/tom.
2026/01/21/antarafoto-pencarian-pesawat-atr-42-500-milik-iat-di-pangkep-1768965287.jpg
Tim SAR gabungan memeriksa serpihan pesawat ATR 42-500 milik IAT di Puncak Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Minggu (18/1/2026). Tim SAR gabungan masih berusaha mengevakuasi para korban kecelakaan pesawat meski terkendala cuaca buruk. ANTARA FOTO/Muchtamir/Lmo/tom.
2026/01/21/antarafoto-pencarian-pesawat-atr-42-500-milik-iat-di-pangkep-1768965286.jpg
Tim SAR gabungan memeriksa serpihan pesawat ATR 42-500 milik IAT di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Minggu (18/1/2026). Tim SAR gabungan masih berusaha mengevakuasi para korban kecelakaan pesawat meski terkendala cuaca buruk. ANTARA FOTO/Muchtamir/Lmo/tom.
2026/01/21/antarafoto-pencarian-pesawat-atr-42-500-milik-iat-di-pangkep-1768965184.jpg
Tim SAR gabungan memeriksa serpihan pesawat ATR 42-500 milik IAT di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Minggu (18/1/2026). Tim SAR gabungan masih berusaha mengevakuasi para korban kecelakaan pesawat meski terkendala cuaca buruk. ANTARA FOTO/Muchtamir/Lmo/tom.
2026/01/21/antarafoto-evakuasi-korban-kecelakaan-pesawat-atr-42-500-di-pangkep-1768965181.jpg
Tim SAR gabungan menggotong kantong jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Desa Tompo Bulu, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, Selasa (20/1/2026). Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi satu korban pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak pada Sabtu (17/1) ke posko aju Tompo Bulu untuk selanjutnya dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Makassar untuk diidentifikasi. ANTARA FOTO/Arnas Padda/rwa.
2026/01/21/antarafoto-evakuasi-korban-kecelakaan-pesawat-atr-42-500-di-pangkep-1768965181-1.jpg
Tim SAR gabungan menggotong kantong jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Desa Tompo Bulu, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, Selasa (20/1/2026). Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi satu korban pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak pada Sabtu (17/1) ke posko aju Tompo Bulu untuk selanjutnya dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Makassar untuk diidentifikasi. ANTARA FOTO/Arnas Padda/rwa.
2026/01/21/antarafoto-evakuasi-korban-kecelakaan-pesawat-atr-42-500-di-pangkep-1768965179.jpg
Tim SAR gabungan menggotong kantong jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 keluar dari mobil ambulans saat tiba di posko aju Tompo Bulu, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, Selasa (20/1/2026). Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi satu korban pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak pada Sabtu (17/1) ke posko aju Tompo Bulu untuk selanjutnya dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Makassar untuk diidentifikasi. ANTARA FOTO/Arnas Padda/rwa.
2026/01/21/antarafoto-pendataan-keluarga-korban-pesawat-atr-42-500-1768965291.jpg
Petugas menerima foto dari keluarga korban Pesawat ATR 42-500 di Pos Antemortem DVI Biddokkes Polda Sulsel, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (19/1/2026). Biddokkes Polda Sulsel telah menerima tujuh sampel data berupa darah dan air liur dari keluarga korban jatuhnya Pesawat ATR 42-500 untuk keperluan forensik. ANTARA FOTO/Hasrul Said/tom.
2026/01/20/pencarian-korban-pesawat-atr-42-500-3.jpg
Hari ketiga Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) kecelakaan pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar di Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan. FOTO/ MN Abdurrahman

tirto.id -

Operasi pencarian dan pertolongan atau search and rescue (SAR) operation terhadap korban insiden pesawat ATR 42-500 telah memasuki hari keempat.

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI M. Syafi’i, memaparkan sejumlah tantangan dalam operasi ini. Dia mengatakan tantangan utama yang dihadapi tim SAR gabungan bukan hanya keterbatasan akses, tetapi juga kondisi cuaca dan medan ekstrem yang menyulitkan proses evakuasi.

Syafi’i menyampaikan bahwa dua korban telah ditemukan, namun proses evakuasi belum dapat dilakukan secara optimal karena kondisi alam yang tidak bersahabat. Medan terjal di kawasan Gunung Bulusaraung, serta cuaca yang cepat berubah menjadi faktor krusial yang mempengaruhi jalannya operasi.
“Hari ini kita hari keempat melaksanakan operasi SAR. Dua korban yang sudah ditemukan sekarang dalam proses evakuasi memang karena kondisi medan dan juga cuaca. Permasalahannya di dua itu,” kata Syafi’i saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Lebih lanjut, Syafi’i mengatakan saat dalam situasi evakuasi udara tidak memungkinkan, tim SAR memilih strategi alternatif. Upaya itu dengan memindahkan korban ke titik yang lebih aman dan memungkinkan untuk dijangkau. Langkah tersebut diambil sembari menunggu kondisi cuaca membaik agar proses evakuasi lanjutan dapat dilakukan.

Teks : tirto.id/Nabila Ramadhanty

Foto : ANTARA FOTO

Baca juga artikel terkait PESAWAT atau tulisan lainnya dari Dadan Gustian

Oleh: Dadan Gustian