tirto.id - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) mencatat permintaan gas industri nasional cukup stabil hingga pertengahan tahun 2025. Meski demikian, terjadi sedikit penurunan volume penyerapan sebesar 1 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.
"Secara umum kondisi demand gas industri cukup stabil. Terjadi penurunan 1 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu," kata Direktur Utama PGN, Arief Kurnia Risdianto, dalam Public Expose melalui Zoom Meeting, Rabu (10/9/2025).
Penurunan tersebut, menurutnya disebabkan oleh menurunnya ketersediaan pasokan gas pipa, yang kemudian dipenuhi melalui gas hasil regasifikasi LNG (Liquefied Natural Gas). Peralihan suplai ini berdampak pada kenaikan harga agregat yang harus dibayar oleh pelanggan industri.
"Sehingga menyebabkan adanya penurunan realisasi volume penyerapan dari pelanggan tersebut," ujar Arief.
Di sisi lain, pada kuartal II 2025, volume niaga gas juga mengalami penurunan. Arief menyebut penurunan tersebut lebih banyak dipicu oleh berkurangnya permintaan karena adanya hari libur Nasional.
“Penurunan volume niaga di Kuartal II 2025 disebabkan oleh adanya penurunan permintaan atau demand dampak dari kondisi low demand akibat libur nasional,” ungkapnya.
Meski adanya sejumlah tantangan yang dihadapi PGN, seperti kondisi geopolitik, fluktuasi harga energi dunia, nilai tukar rupiah serta natural decline pada sumber pasokan domestik, Perseroan berkomitmen untuk menjaga pemenuhan gas bumi.
"Dengan fokus menjalankan strategi bisnis yang telah ditetapkan, PGN menerapkan pengelolaan operasional yang efisien serta penerapan manajemen risiko yang prudent agar PGN mampu menghadapi peluang dan tantangan di sepanjang Semester I 2025," ujar Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman.
Cetak Margin Tebal
Di sisi lain, Direktur Keuangan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), Catur Dermawan, justru mencatat kinerja margin yang lebih tebal pada kuartal II 2025. Catur mengatakan meski permintaan gas industri mengalami sedikit penurunan, efisiensi pasokan dan strategi niaga membuat spread margin meningkat dibandingkan kuartal I 2025.Catur pun membeberkan alasan kenaikan spread margin pada kuartal II-2025, yang didorong oleh kombinasi peningkatan pendapatan dan penurunan biaya pembelian gas.
“Kenaikan spread margin dikontribusikan oleh adanya peningkatan pendapatan niaga sebesar 2 persen dan terdapat penurunan harga pembelian gas bumi sebesar 3 persen dibandingkan kuartal I 2025. Selain itu, kenaikan spread margin juga sejalan dengan adanya penambahan pasokan gas pipa untuk pelanggan non-HGBT yang berasal dari unplanned shutdown dari pembeli lainnya,” kata Catur.
Penulis: Natania Longdong
Editor: Dwi Aditya Putra
Masuk tirto.id







































