tirto.id - Warga Pulo Gadung, Jakarta Timur, mengeluhkan amblesnya jalan yang tak ditangani selama lima bulan terakhir. Jalan yang ambles itu dikhawatirkan dapat berdampak pada kecelakaan lalu lintas di kemudian hari. Namun apa penyebab jalan di Pulo Gadung ambles?
Sebelumnya, Ketua RT 11 RW 03 Pulo Gadung Warjono menyebut bahwa amblesnya jalan di tempat tinggalnya itu terus meluas dalam lima bulan terakhir. Semula area jalan yang amblas disebut Warjono “hanya sedikit”. Namun seiring tak ada perbaikan, kerusakan terus meluas.
“Jalan ini sudah rusak selama lima bulan, tetapi belum ada penanganan,” kata Warjono pada Senin (6/7/2026), dikutip dari Antara.
Kerusakan terparah akibat amblasnya tanah itu terjadi di Jalan Cinta di Pulo Gadung. Jalan ini melintang sekitar 100 meter di bantaran kali di sana.
Warjono menyebut warga sekitarmulai khawatir dengan kondisi jalan ambles tersebut. Mereka khawatir rusaknya jalan akan berdampak pada terjadinya kecelakaan lalu lintas di kemudian hari.
Selain itu, jalan ambles juga telah berdampak pada arus kendaraan yang lewat. Warjono menyebut kini warga hanya memperbolehkan kendaraan roda dua untuk melintas secara bergantian. Kendaraan roda empat dilarang melintas demi menghindari kecelakaan.
“Ini berdampak pada lingkungan dan warga sekitar baik kendaraan roda empat maupun roda dua, pedagang UMKM, jadi mereka tidak bisa lewat sini, harus berputar karena ini jalan utama yang biasa dilewati setiap hari,” kata Warjono.
Sejumlah fasilitas publik juga mulai terdampak jalan yang amblas. Saluran air warga dilaporkan mengalami keretakan, badan jalan ikut amblas, penampungan sampah juga rusak.
“Kami khawatir sewaktu-waktu ada pengendara motor atau anak-anak yang terjatuh ke arah kali jika jalan kembali bergeser,” tutur Warjono.
Penyebab Jalan Ambles Pulo Gadung
Warjono mengungkap warga sekitar menduga penyebab amblasnya jalan tersebut terkait dengan aktivitas pengerukan kali. Aktivitas tersebut diduga telah memengaruhi struktur tanah bantaran kali Pulo Gadung, membuat jalan ambles
Sungai Pulo Gadung disebut merupakan salah satu kali yang terdampak proyek pengerukan. Warga menduga pengerukan telah dilakukan kelewat dalam.
Dampak pengerukan yang terlalu dalam itu lalu diduga mengubah struktur tanah secara tiba-tiba dan menciptakan longsoran tanah bantaran kali. Longsoran tanah itu kemudian membuat jalan ambles.
Selain itu, warga juga menduga bahwa amblesnya jalan ini terjadi akibat operasional alat berat. Menurut Warjono, eskavator pengeruk kali beroperasi di jalan yang biasa dilewati warga dan tidak beroperasi di dalam kali.
Tanah bantaran kali diduga tak mampu menahan beban alat-alat berat tersebut sehingga longsor ke arah kali. Sekali ambles, kerusakan kemudian meluas seiring waktu.
Pemkot Jakarta Timur Tangani Jalan Ambles untuk Sementara
Setelah lima bulan tanpa upaya perbaikan, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur mulai melakukan penanganan jalan ambles di Pulo Gadung pada Selasa (7/7). Namun, Wali Kota Jakarta Timur Munjirin menyebut bahwa penanganan ini hanya bersifat sementara.
“Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) sudah menangani sementara dengan memasang dolken-dolken,” kata Munjirin pada Selasa.
Munjirin menjelaskan bahwa perbaikan permanen jalan tersebut merupakan kewenangan Dinas SDA Provinsi DKI Jakarta, bukan Pemkot Jakarta Timur. Meski begitu, ia menyebut bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemprov DKI Jakarta dan perbaikan permanen telah diinstruksikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
“Mau ditindaklanjuti sama Dinas SDA,” kata Munjirin.
Menurut Munjirin, perbaikan jalan yang ambles di Pulo Gadung merupakan proyek skala besar. Oleh karenanya, Pemkot Jakarta Timur tidak memiliki kewenangan untuk melakukannya.
“Untuk skala besar, pembangunannya itu ada di Dinas SDA. Kita sudah koordinasi ke Dinas SDA [provinsi],” katanya.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id

































