tirto.id - Penghimpunan dana (fundraising) di pasar modal Indonesia sepanjang 2025 menunjukkan performa yang baik, bahkan melampaui target yang telah ditetapkan. Nilai yang berhasil dihimpun mencapai Rp268,14 triliun, jauh di atas target awal sebesar Rp220 triliun.
Capaian tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi.
"Dari sisi penghimpunan dana atau fundraise di pasar modal juga masih menunjukkan pertumbuhan yang positif mencapai Rp268,14 triliun dari 210 penawaran umum," ujar Inarno dalam penutupan perdagangan BEI 2025, Selasa (30/12/2025).
Dana sebesar itu dihimpun dari 210 kegiatan penawaran umum, termasuk dari 18 emiten saham baru dan 2 emiten ebus (efek beragun aset) baru.
Tidak hanya penghimpunan dana, kinerja industri pengelolaan investasi juga mencatatkan pertumbuhan tajam. Nilai dana kelolaan atau assets under management (AUM) tumbuh 24,16 persen secara year-to-date (ytd) menjadi Rp1.039 triliun.
"Capaian ini telah melampaui target nilai penghimpunan di tahun 2025. Adapun kinerja industri pengelolaan investasi juga meningkat secara tajam dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dengan nilai dana kelolaan tumbuh sebesar 24,16 persen year-to-date mencapai Rp1.039 triliun," jelas Inarno.
Pertumbuhan pasar juga didukung oleh meluasnya basis investor. Hingga 23 Desember 2025, jumlah Single Investor Identification (SID) bertambah 5,34 juta sehingga total saat ini mencapai 20,2 juta. Sebanyak 79 persen di antaranya didominasi oleh generasi muda di bawah 40 tahun.
Di sisi lain, transaksi di pasar karbon juga mulai menunjukkan aktivitas. Sejak diluncurkan pada 26 September 2023 hingga 24 Desember 2025, volume transaksi tercatat sebesar 1,6 juta ton CO2 ekuivalen dengan total nilai transaksi mencapai Rp80,75 miliar.
Sementara itu, untuk transaksi keuangan derivatif dengan underlying effect (efek yang mendasari), volume yang terkumpul dari awal tahun hingga akhir Desember 2025 mencapai 997.178 lot.
“Mudah-mudahan dengan hari ini mungkin sudah mencapai 1 juta, kita lihatlah hari ini," harap Inarno.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id




































