Penelitian: Pengguna Ganja Cenderung Terhindar dari Obesitas

Oleh: Febriansyah - 28 April 2019
Dibaca Normal 1 menit
Hasil penelitian menemukan bahwa ganja bisa meningkatkan nafsu makan seseorang, tapi tidak menyebabkan kenaikan berat badan.
tirto.id - Terlepas dari legal dan tidaknya, penelitian terbaru menemukan bahwa seorang pengguna ganja cenderung memiliki berat badan yang rendah dan cenderung tidak mengalami obesitas.

Penelitian yang dipublikasi dalam International Journey of Epidemiology ini memperkirakan bahwa lebih dari 22 juta orang di Amerika Serikat yang berusia 12 tahun ke atas secara teratur menggunakan ganja dan secara fisiologi mereka mengalami peningkatan nafsu makan.

Tapi alih-alih membuat gemuk, studi epidemiologi ini mengemukakan bahwa pengguna ganja cenderung tidak mengalami kenaikan berat badan atau mengalami obesitas. Kebanyakan pengguna ganja memiliki kondisi berat badan yang normal.

Penulis penelitian, Omayma Alshaarawy, asisten profesor kedokteran keluarga di Michigan State University (MSU) dan rekannya memeriksa data dari studi prospektif yang disebut Survei Epidemiologi Nasional tentang Alkohol dan Kondisi Terkait (NESARC).

NESARC mencakup 33.000 peserta AS berusia 18 tahun ke atas yang menyelesaikan wawancara tentang penggunaan ganja dan indeks massa tubuh (IBM) antara 2001 dan 2005.

Para peneliti menerapkan pemodelan linear umum untuk mempelajari hubungan antara BMI dan penggunaan ganja.

Pada akhir periode studi data dari NESARC menunjukkan 77 persen dari peserta studi tidak pernah merokok ganja, 18 persen telah berhenti, 3 persen baru mulai, dan 2 persen adalah pengguna aktif.

Setelah dianalisa, hasilnya, secara keseluruhan, pengguna ganja lebih kecil kemungkinannya untuk kelebihan berat badan atau obesitas.

"Selama periode 3 tahun, semua peserta menunjukkan peningkatan berat badan, tetapi yang menarik, mereka yang menggunakan ganja memiliki sedikit peningkatan, dibandingkan dengan mereka yang tidak pernah menggunakannya," jelas Alshaarawy.

Alshaarawy mengakui bahwa hasil penelitian ini mungkin tampak berlawanan dengan intuisi, mengingat ganja meningkatkan nafsu makan.

Tetapi menurutnya, studi mereka juga dibangun di atas bukti yang valid dan hasilnya menunjukkan efek yang berlawanan ini terjadi.

"Kami menemukan bahwa pengguna, bahkan mereka yang baru memulai, lebih cenderung pada berat badan normal, lebih sehat dan tetap pada berat itu.

Hanya 15 persen dari pengguna aktif yang dianggap obesitas, dibandingkan dengan 20 persen bukan pengguna aktif lainnya," jelas Alshaarawy seperti dilansir Medical News Today.

Tetapi peneliti tidak menutup kemungkinan bahwa memang mereka menemukan kelebihan berat badan pada pengguna ganja maupun yang tidak.

"Perbedaan rata-rata 2 pon sepertinya tidak banyak, tetapi kami menemukannya di lebih dari 30.000 orang dengan semua jenis perilaku berbeda," kata Alshaarawy.

Lalu, apakah ganja membantu Anda menurunkan berat badan?

Meskipun penelitian ini bersifat observasional dan tidak dapat menyimpulkan hubungan sebab akibat, pemimpin penelitian mengajukan beberapa pendapat mengenai mekanisme yang dapat menjelaskan hubungan antara IBM yang lebih rendah dan konsumsi ganja.

"Itu bisa menjadi pengingat yang lebih bersifat perilaku, seperti seseorang menjadi lebih sadar akan asupan makanan mereka karena mereka khawatir tentang nafsu makan berlebih setelah penggunaan ganja dan menambah berat badan," kata Alshaarawy.

"Atau kemungkinan ganja bisa jadi kanabis yang dapat memodifikasi bagaimana sel-sel tertentu, atau reseptor, merespons dalam tubuh dan akhirnya dapat mempengaruhi kenaikan berat badan. Tetapi hal ini butuh penelitian lebih lanjut," tambahnya.

Namun, Alshaarawy tetap memperingatkan bahaya penggunaan ganja untuk menurunkan berat badan.

Bahwa ada terlalu banyak masalah kesehatan di sekitar ganja yang jauh lebih besar daripada efek positif.

Orang tidak boleh hanya menganggapnya sebagai cara untuk mempertahankan atau bahkan menurunkan berat badan.


Baca juga artikel terkait GANJA atau tulisan menarik lainnya Febriansyah
(tirto.id - Kesehatan)


Penulis: Febriansyah
Editor: Yandri Daniel Damaledo