Menuju konten utama

Peneliti Dapat Honor 25% dari Dana Riset Mulai Tahun Ini

Honor 25 persen dari dana riset kepada peneliti dan dosen bertujuan untuk memperkuat ekosistem riset perguruan tinggi.

Peneliti Dapat Honor 25% dari Dana Riset Mulai Tahun Ini
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto (kiri) menyampaikan paparan pada rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/2/2026). Rapat tersebut membahas evaluasi kinerja Kemdiktisaintek tahun anggaran 2025, rencana kerja strategis 2026, kesiapan pelaksanaan kegiatan dan anggaran 2026, serta penjelasan mengenai tes kemampuan akademik sebagai syarat masuk perguruan tinggi negeri. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/bar

tirto.id - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) bakal menaikkan honor bagi peneliti dan dosen hingga maksimal 25 persen dari total dana riset yang diterima. Mendikti Brian Yuliarto mengatakan, kebijakan tersebut akan berlaku tahun ini demi memperkuat ekosistem riset perguruan tinggi.

"Selanjutnya juga untuk program penelitian, mulai tahun 2026 ini anggaran penelitian diperkenankan untuk 25 persen dianggarkan untuk honor bagi dosen-dosen yang menerima anggaran ini," ujar Brian dalam rapat bersama Komisi X DPR, Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026).

Melansir laman resmi Kemendiktisaintek, implementasi kebijakan honorarium penelitian ini mengacu pada sejumlah ketentuan, yakni Peraturan Menteri Keuangan tentang Standar Biaya Keluaran, serta ketentuan lebih lanjut mengenai teknis pelaksanaan yang diatur oleh Kemdiktisaintek dengan memperhatikan prinsip efisiensi, efektivitas, kewajaran dan kepatutan serta ketersediaan alokasi anggaran.

Selain kebijakan honor, Brian juga memaparkan capaian penguatan ekosistem inovasi nasional. Saat ini, posisi Indonesia dalam indeks inovasi global mengalami kenaikan signifikan, yakni naik delapan peringkat dari total 138 negara.

Dari sisi pendanaan riset, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp2 triliun yang secara merata disebar ke perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta (PTS) di seluruh Indonesia. Sepanjang periode pendanaan, tercatat sebanyak 16.836 riset dan 6.340 kegiatan pengabdian kepada masyarakat telah berhasil didanai.

“Untuk hilirisasi dan kolaborasi terdapat 796 produk riset serta 929 kerja sama dengan industri, terlibat sebanyak 624 mitra industri,” tutur Brian.

Sementara itu, kualitas publikasi ilmiah Indonesia juga menunjukkan tren positif. Jumlah publikasi pada jurnal bereputasi internasional kuartil satu (Q1), yang merupakan 25 persen jurnal terbaik dunia, meningkat dari 13.593 pada tahun 2024 menjadi 16.282. Peningkatan serupa juga terjadi pada publikasi kuartil dua (Q2).

“Dan perlu kami sampaikan juga bahwa jurnal Indonesia yang sudah terakreditasi Q1 itu ada lebih dari 70 jurnal,” katanya. “Artinya, meskipun itu terakreditasi Scopus, itu merupakan jurnal-jurnal dari Indonesia sehingga dari sisi pembiayaan dan sebagainya itu relatif lebih terjangkau,” sambung Brian.

Baca juga artikel terkait RISET atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Hendra Friana