Menuju konten utama

Prabowo Tambah Dana Riset Kampus Rp4 T, Total Rp12 Triliun

Tambahan anggaran riset 2026 diarahkan untuk swasembada pangan, energi, serta mendukung industrialisasi dan hilirisasi nasional.

Prabowo Tambah Dana Riset Kampus Rp4 T, Total Rp12 Triliun
Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan saat Taklimat Awal Tahun pada retret Kabinet Merah Putih di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026). Presiden Prabowo Subianto membuka dan memberikan arahan serta pembahasan diantaranya program makan gizi gratis hingga swasembada pangan kepada jajaran Kabinet Merah Putih dalam Taklimat Awal Tahun tersebut. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/bar
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto menambah alokasi dana riset dan inovasi sebesar Rp4 triliun untuk perguruan tinggi di Indonesia.

Dengan tambahan tersebut, total dana riset dan inovasi yang digelontorkan pemerintah mencapai Rp12 triliun pada 2026.

“Dalam forum tadi, Bapak Presiden langsung memutuskan untuk memberikan tambahan dana anggaran riset sebesar Rp4 triliun,” kata Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Prasetyo menjelaskan, sebelumnya pemerintah telah mengalokasikan dana riset perguruan tinggi sebesar Rp8 triliun atau setara 0,34 persen dari total APBN 2026. Tambahan Rp4 triliun diharapkan memperkuat kegiatan riset di seluruh universitas.

“Harapannya ini dapat memperkuat riset-riset untuk seluruh universitas, termasuk bekerja sama dengan BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional),” ujarnya.

Ia menuturkan, Prabowo memberi penekanan agar riset perguruan tinggi diarahkan pada agenda strategis nasional.

Prioritas utama mencakup swasembada pangan, swasembada energi, serta persiapan industrialisasi dan hilirisasi.

“Beliau memberikan penekanan bahwa riset-riset tersebut diutamakan untuk, yang pertama mengejar swasembada pangan. Kemudian mengejar swasembada energi,” tutur Prasetyo.

“Yang ketiga, mempersiapkan industrialisasi dan hilirisasi yang tahun ini akan mulai dilakukan groundbreaking besar-besaran yang tentunya membutuhkan sumber daya-sumber daya manusia yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi,” sambungnya.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyatakan tambahan anggaran hingga Rp4 triliun tersebut merupakan bukti kuat amanat Presiden kepada dunia pendidikan tinggi. Khususnya agar peneliti dan guru besar di kampus berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

Ia menjelaskan, pembahasan teknis terkait skema dan penyaluran anggaran akan dikoordinasikan lebih lanjut bersama Kementerian Keuangan dan Kementerian Sekretariat Negara.

Tambahan dana riset itu akan berlaku untuk seluruh perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta.

Brian menambahkan, Presiden juga mengarahkan agar riset perguruan tinggi selaras dengan agenda pembangunan industri nasional.

“Diharapkan, perguruan tinggi mem-back up dengan riset-riset yang kuat sehingga kemandirian kita terhadap hilirisasi industri itu menjadi cukup tinggi,” kata Brian di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Baca juga artikel terkait PERGURUAN TINGGI atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Alfons Yoshio Hartanto