Menuju konten utama

Istana Pastikan Gaya Komunikasi Menteri Kabinet Terus Dievaluasi

Prasetyo memastikan evaluasi pemerintah tidak selalu berujung pada perombakan kabinet atau reshuffle, tetapi memastikan semua berjalan benar.

Istana Pastikan Gaya Komunikasi Menteri Kabinet Terus Dievaluasi
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi konperensi pers mengenai Jampidsus segera terisi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (21/7/2026). tirto.id/M Fajar Nur
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Istana menegaskan bahwa kinerja dan gaya komunikasi seluruh menteri dalam Kabinet Merah Putih secara rutin terus dievaluasi. Hal ini disampaikan menyusul sorotan publik terhadap gaya komunikasi Menteri Pekerjaan Umum (PU), Doddy Hanggodo, yang dinilai kurang pas saat berinteraksi di ruang publik.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menyatakan, evaluasi terhadap pejabat kementerian, termasuk menteri, dilakukan melalui koordinasi dan pemberian masukan secara berkala. Prasetyo menekankan, setiap menteri memiliki karakter berbeda, sehingga parameter evaluasinya menyesuaikan konteks masing-masing isu yang menjadi sorotan.

"Jadi kalaupun ada yang berkenaan dengan masalah, menteri, salah seorang menteri yang kemudian dianggap cara menyampaikan sesuatu ke publik itu dianggap kurang pas, nah itu menjadi catatan untuk nanti kami komunikasikan dan kita berharap akan diperbaiki," ujar Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Prasetyo memastikan evaluasi pemerintah tidak selalu berujung pada perombakan kabinet atau reshuffle.

Fokus utama monitoring adalah memastikan seluruh program kementerian dijalankan dengan benar, cepat, dan memiliki tata kelola yang baik agar permasalahan masyarakat dapat segera terselesaikan.

"Konteksnya adalah untuk memastikan program-program di setiap kementerian masing-masing dijalankan dengan benar, dijalankan dengan cepat, dijalankan dengan tata kelola yang baik, dijalankan dalam semangat untuk menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat. Jadi, tidak selalu makna dari evaluasi itu adalah selalu berujung terjadinya pergantian atau reshuffle," tegas politikus Partai Gerindra itu.

Sementara itu, menanggapi kritik publik, Menteri PU, Doddy Hanggodo, menjelaskan bahwa pembawaannya memang santai karena berasal dari latar belakang sektor swasta di Jawa Timur. Dia mengaku tidak terlalu kaku saat memberikan pernyataan yang dinilainya tidak bersifat teknis.

"Ya gimana, saya ini asalnya dari Jawa Timur, orang swasta, gimana. Ya agak slengean, ya sudahlah. Kecuali sesuatu yang teknis banget, baru saya akan serius. Kalau ini, kan bukan sesuatu yang serius. Ini hoaks semua," ucap Doddy di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (20/7/2026) malam.

Doddy menegaskan, dia tidak memiliki masalah dengan kritik yang disampaikan publik. Sebaliknya, ia memandang kritik tersebut sebagai bahan masukan agar dirinya dapat memperbaiki diri dalam bekerja.

"Lho, enggak ada masalah. Kritik itu kan bagus. Kritik itu bagus membuat saya lebih bisa memperbaiki diri lagi ke depan," imbuhnya.

Baca juga artikel terkait PEMERINTAHAN PRABOWO-GIBRAN atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Andrian Pratama Taher