Menuju konten utama

Eks Hotel Sultan & GBK Disulap Jadi Ikon Event Internasional

Istana menyatakan pengembangan kawasan ini bertujuan mengoptimalkan fungsi GBK sebagai pusat olahraga nasional sekaligus destinasi bisnis dan pariwisata.

Eks Hotel Sultan & GBK Disulap Jadi Ikon Event Internasional
Mensesneg Prasetyo Hadi menyampaikan paparan saat mengikuti rapat kerja bersama Komisi XIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2026). Dalam rapat tersebut Mensesneg Prasetyo Hadi melaporkan bahwa negara telah berhasil mengambil alih Hotel Sultan, Jakarta dari Pontjo Sutowo. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/hma
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pemerintah tengah menyiapkan desain ulang (redesign) kawasan Gelora Bung Karno (GBK), termasuk eks Hotel Sultan, menjadi ikon baru Jakarta yang terintegrasi dengan pusat komersial, hotel, hingga fasilitas olahraga bertaraf internasional.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menyampaikan bahwa pengembangan kawasan ini bertujuan mengoptimalkan fungsi GBK sebagai pusat olahraga nasional sekaligus destinasi bisnis dan pariwisata.

"Paralel ada perencanaan seperti itu. Jadi kita ingin mendesain ulang seluruh GBK, terutama area olahraga dan komersial," ujar Prasetyo kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/7/2026).

Prasetyo mengungkapkan, pemerintah telah mencabut sejumlah kontrak kerja sama yang dinilai tidak berjalan sesuai rencana agar lahan tersebut dapat diintegrasikan ke dalam konsep penataan baru.

"Makanya banyak juga kontrak-kontrak kerja sama yang belum atau tidak dikerjakan itu kami cabut juga, supaya nanti menjadi bagian dari redesign ulang tadi," katanya.

Dalam rancangan tersebut, pemerintah berencana membangun kawasan komersial dan hotel yang terintegrasi dengan Jakarta Convention Center (JCC).

Fasilitas olahraga pun akan ditingkatkan agar mampu mendukung berbagai kejuaraan dunia, mulai dari sepak bola hingga akuatik dan tenis.

"Kita penginnya lengkap, komersial, hotel, kita gabungkan nanti jadi satu dengan JCC. Kita penginnya punya yang lebih modern lagi, termasuk sarana olahraga," ujarnya.

Pengembangan ini juga mengusung konsep pembangunan berkelanjutan dengan optimalisasi ruang terbuka hijau, pengembangan hutan kota, serta integrasi jaringan transportasi umum.

"Kita kan hari ini pasti ke arah green. Semuanya ke sana, baik energinya maupun desainnya," tambah Prasetyo.

Saat ini, pemerintah tengah mematangkan rancangan dan menjajaki skema investasi dengan melibatkan pihak dalam maupun luar negeri.

Prasetyo menyebut keterlibatan Danantara dan InJourney sebagai leading sector dalam proyek yang akan dikembangkan dengan pendekatan bisnis tersebut.

Meski demikian, pemerintah belum menentukan model kerja sama final karena skema investasi masih dalam tahap pembahasan.

"Dari luar ada, dari dalam negeri ada. Dalam negeri tentu sekarang kita punya Danantara, kemudian beberapa kali yang leading sector-nya teman-teman InJourney," tuturnya.

Baca juga artikel terkait PEMERINTAHAN PRABOWO-GIBRAN atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Andrian Pratama Taher