tirto.id - Personel TNI Angkatan Laut (AL) sempat menemukan sebuah pelampung berwarna oranye yang mengambang di perairan Cikoneng-Labuan, dekat wilayah Anyer, Banten. Identifikasi terhadap objek tersebut masih dilakukan hingga saat ini.
Pelampung itu ditemukan saat proses pencarian rombongan jurnalis dan awak kapal yang hilang setelah hendak meliput erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK). Proses pencarian akan terus dilakukan hingga satu pekan ke depan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten, Al Amrad, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Polda Banten, termasuk Polair, untuk mengidentifikasi pelampung tersebut.
"Hari ini akan melakukan pendalaman lagi, pemeriksaan tentang objek yang ditemukan tersebut. Jadi saya harap teman-teman bersabar," ucap Amrad saat konperensi pers di pos pencarian Pantai Carita, Banten, Jumat (11/9/2026).
Saat disinggung apakah ada kemungkinan temuan pelampung tersebut berkaitan dengan proses pencarian, Amrad mengaku belum bisa menyampaikan pernyataan lebih detail.
Ia menyebut Basarnas masih terus berkoordinasi dengan personel gabungan untuk menyelidiki temuan tersebut.
"Jadi, mungkin untuk hasil apa identifikasi penemuan objek tersebut sama-sama kita menunggu ya, nanti dari Polda juga termasuk dari Pol Air juga akan menyampaikan," ucapnya.
Sebelumnya, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Banten Letkol Laut (P) Wawan Subagyo membenarkan adanya penemuan life jacket dan pelampung berbentuk botol.
Temuan tersebut didapat personel Kapal Angkatan Laut (KAL) Anyer pada pukul 15.10 WIB, Kamis (10/9/2026), di sisi barat Anyer, Banten.
Namun, Wawan belum bisa memastikan apakah temuan tersebut menjadi titik terang dalam proses pencarian delapan orang yang hilang, termasuk lima jurnalis yang masih hilang kontak saat hendak meliput erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).
"Selanjutnya akan dibawa ke posko SAR gabungan di sini untuk selanjutnya proses identifikasi," ungkap Wawan saat konferensi pers proses pencarian di posko Pantai Carita, Banten, Kamis (10/9/2026).
Wawan mengatakan lokasi penemuan di sisi barat Anyer tersebut kurang lebih berada di sisi timur laut posisi GAK, dengan jarak sekitar 20 nautical miles. Ia meminta semua pihak menanti kabar terbaru mengenai hasil identifikasi pelampung tersebut.
"Jadi tidak ada yang berspekulasi ataupun diharapkan tidak ada yang membuat statement sebelum hasil resmi identifikasi dari temuan yang diperoleh tersebut," ungkapnya.
Penulis: Muhammad Nizar
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id


































