Pemerintah Siapkan Skema Diskon Tarif Listrik bagi Industri

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 13 Februari 2020
Diskon tarif listrik bakal diberikan kepada industri yang produksi 24 jam.
tirto.id - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menyatakan industri kini memerlukan diskon tarif listrik. Ia mengklaim Presiden Joko Widodo sudah memberi restu agar diskon tarif listrik ini bisa terwujud, terutama untuk industri yang berproduksi 24 jam.

“Dalam ratas sudah diputuskan oleh Presiden. Kan intinya kami ingin supaya industri dalam negeri punya daya saing,” ucap Agus kepada wartawan saat ditemui di Komisi VII DPR RI, Kamis (13/2/2020).

Usulan diskon harga listrik industri ini muncul usai Tarik ulur penetapan diskon harga gas industri pada rapat terbatas di istana negara, Rabu (12/2/2020) lalu.

Agus menyatakan penurunan harga listrik industri ini jadi penting karena pemerintah berharap biaya produksi bisa terus ditekan. Harga energi merupakan salah satu dari tiga sumber biaya produksi di samping bahan baku dan tata niaga.

Dia bilang permintaan diskon listrik industri ini juga tetap ada ketentuan. Dalam hal ini hanya di jam-jam tertentu sehingga akan dimanfaatkan pabrik yang beroperasi 24 jam saja.

Ia mencontohkan diskon bisa diberikan seperti yang sudah sempat ada yaitu usai 22.00 WIB sampai 5.00 atau 06.00 WIB pagi. “Pada jam tertentu kami arahkan untuk dapat diskon,” ucapnya.

Namun, Agus mengatakan kalau perkara ini masih akan ia diskusikan terlebih dahulu dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Kementerian BUMN. Pemerintah bakal menyiapkan skema diskon tarif listrik bagi sektor energi.

“Masih kami bicarakan bertiga,” ucap Agus.

Agus juga menambahkan usai harga gas industri turun, PLN seharusnya juga akan menikmati. Alhasil diskon tarif listrik industri ini seharusnya bisa dilakukan. “Kan nanti juga ada dampaknya buat PLN dari harga gas.”


Baca juga artikel terkait TARIF LISTRIK atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Bisnis)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Gilang Ramadhan
DarkLight