Menuju konten utama

Pemerintah Pastikan Bahan Pokok dan BBM Aman Jelang Ramadhan

Mentan Amran menjelaskan cadangan pangan nasional saat ini berada memadai untuk menghadapi lonjakan konsumsi masyarakat hingga Ramadhan.

Pemerintah Pastikan Bahan Pokok dan BBM Aman Jelang Ramadhan
Menteri Pertanian Amran Sulaiman memberikan keterangan pers usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/11/2025). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/bar
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pemerintah memastikan ketersediaan bahan pokok dan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman menjelang bulan suci Ramadhan 2026.

Hal tersebut ditegaskan oleh Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman dan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/2/2026).

"Jadi begini, tadi pertama disampaikan adalah stok pangan menghadapi bulan suci Ramadhan. Semua stok kita dua bulan ke depan surplus, lebih dari cukup," kata Mentan Amran Sulaiman, saat memberikan keterangan kepada media.

Amran menjelaskan cadangan pangan nasional saat ini berada pada posisi yang memadai untuk menghadapi lonjakan konsumsi masyarakat hingga Idul Fitri.

Ia mengklaim sembilan bahan pokok, termasuk beras, minyak goreng, dan bawang merah, telah mencapai status swasembada.

Meski produksi aman, pemerintah tetap mewaspadai masalah rantai pasok dengan memperketat pengawasan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

Amran menekankan komoditas strategis seperti beras, daging, ayam, dan telur akan dijaga ketat agar harga tetap stabil.

"HET-nya kami tekankan, khususnya yang strategis beras. Yang paling strategis beras, kan, dengan minyak goreng, daging, ayam, telur, ini yang kami harus jaga betul," lanjut Amran.

Senada dengan sektor pangan, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan ketahanan energi nasional menjelang Ramadan berada dalam kondisi terkendali.

Ia menyatakan ketahanan stok BBM nasional berada pada batas aman minimum 18 hari.

"BBM untuk stok kita batas minimum 18 hari semuanya enggak ada masalah, ya. Jadi silakan B2B saja ya," kata Bahlil.

Bahlil memaparkan untuk kebutuhan solar, operasional Kilang Balikpapan saat ini telah mencukupi kebutuhan domestik.

Namun, untuk solar kualitas tinggi (C51) pemerintah masih melakukan impor guna menjaga ketersediaan stok di level 18 hari. Namun, untuk bensin non-subsidi seperti RON 92, 95, dan 98, Bahlil memastikan ketersediaan tetap terjaga

"Untuk C48, tetapi kalau yang solar kualitas tinggi kan kita masih tetap impor, C51 dan atau pun beberapa spek lain yang ada. Nah, untuk bensin, RON 92, 95, 98, ini, kan, yang RON yang bukan subsidi, itu juga stoknya 18 hari. Jadi, enggak ada isu," pungkas Bahlil.

Baca juga artikel terkait RAMADHAN 2026 atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Insider
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama