tirto.id - Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Anggito Abimanyu, optimistis momentum Ramadhan 2026 bakal menjadi motor penggerak utama pertumbuhan kredit perbankan nasional. Sejalan dengan proyeksi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penyaluran pembiayaan tahun ini ditargetkan mampu menembus angka 10-12 persen, didorong oleh lonjakan konsumsi masyarakat dan kebijakan fleksibilitas kerja pemerintah.
“Ya, kalau proyeksi pertumbuhan pembiayaan atau kredit perbankan, kan OJK sudah menyampaikan bahwa pertumbuhannya akan di sekitar 10–12 persen,” ucapnya pada acara Investor Daily Roundtable di Hotel Mulia Senayan, Rabu (11/2/2026).
Menurut Anggito, pertumbuhan kredit pada tahun lalu masih berada di bawah level 10 persen. Karena itu, target 10-12 persen pada 2026 mencerminkan adanya ruang percepatan penyaluran kredit perbankan.
Anggito menilai momentum Ramadhan 2026 dapat menjadi faktor pendorong tambahan bagi pertumbuhan kredit. Periode tersebut diharapkan mampu meningkatkan permintaan pembiayaan.
“Jadi, diharapkan momentum Ramadhan ini bisa meningkatkan, khususnya kredit konsumsi,” ujar Anggito.
Ia menyinggung peran konsumsi masyarakat dalam mendorong penyaluran kredit perbankan. Kondisi likuiditas di pasar dinilai cukup memadai untuk mendukung pertumbuhan tersebut.
Anggito berujar, dengan likuiditas itu, perbankan dinilai dapat menyalurkan kredit secara lebih maksimal.
Di satu sisi, Anggito turut menyoroti kebijakan pemerintah terkait libur dan skema kerja dari mana sana (work from anywhere/WFA). Sejumlah kebijakan tersebut berpotensi menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Lagi pula pemerintah memberikan kesempatan untuk libur, cuti bersama, dan juga WFA,” tuturnya.
“Yang mudah-mudahan ini bisa menggerakkan permintaannya atas jasa pariwisata maupun jasa-jasa lain berkait dengan konsumsi bagi masyarakat sendiri,” imbuh Anggito.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id





































