Menuju konten utama
Pandemi COVID-19

Pemerintah Klaim Sudah Integrasikan Data COVID-19 Lewat Sistem Baru

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Letjen Doni Monardo mengatakan pemerintah membangun sistem integrasi data terpadu lewat aplikasi Bersatu Lawan Covid-19.

Pemerintah Klaim Sudah Integrasikan Data COVID-19 Lewat Sistem Baru
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo (kanan) berbincang dengan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (kiri) usai menyerahkan bantuan di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (27/3/2020). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/nz

tirto.id - Pemerintah mengklaim sudah mengintegrasikan dan bersikap transparan dalam manajemen informasi penanganan COVID-19. Hal tersebut dibuktikan dengan peluncuran sistem Bersatu Lawan COVID-19 beserta aplikasi kepada publik, Rabu (29/4/2020).

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Letjen Doni Monardo mengatakan tim pakar gugus tugas bersama Kemenko Maritim dan Investasi, Kementerian Kesehatan, Kementerian BUMN, Kominfo, Badan Sandi dan Siber Nasional (BSSN) serta Komisi Informasi Publik membangun sistem integrasi data terpadu lewat aplikasi Bersatu Lawan Covid-19.

Sistem ini, kata Doni, dijalankan mengintegrasikan input data dari laboratorium, puskesmas, rumah sakit serta dinas kesehatan dengan pendampingan TNI-Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daaerah, Badan Intelijen Negara dan jajaran Komunikasi dan Informasi daerah.

"Sistem ini mampu memantau data persebaran kasus positif, pasien positif yang sembuh dan meninggal ODP, PDP dan gambaran kasus secara detail," kata Doni saat konferensi pers via daring dari Gedung BNPB, Jakarta, Rabu (28/4/2020).

Doni mengatakan, sistem ini juga akan menampilkan riwayat persebaran penyakit sejak awal pandemi pada 2 Maret 2020 hingga saat ini.

Grafik tersebut akan menyampaikan data terkonfirmasi sembuh, terkonfirmasi meninggal, jumlah yang dirawat di setiap provinsi serta persebarannya. Sistem juga akan menampilkan grafik khusus jenis kelamin serta daftar penyakit penyerta yang banyak diderita pasien COVID-19.

“Grafik kasus kumulatif nasional yang memperlihatkan grafik kasus meninggal sembuh dan dirawat harian secara nasional," kata Doni.

Doni mengatakan, sistem juga akan digunakan untuk menganalisis kebutuhan logistik rumah sakit, kebutuhan laboratorium hingga strategi penanganan COVID-19.

Seluruh data tersebut akan disampaikan dari laman Covid-19.go.id.

Selain itu, pemerintah juga akan meluncurkan aplikasi via Play Store maupun Apps Store dengan nama Aplikasi Bersatu Melawan COVID-19 agar publik bisa mengetahui segala hal tentang Covid-19 baik pemantauan wilayah, pemantauan lokasi, diagnosa, isolasi hingga telekonsultasi.

“Aplikasi ini dapat digunakan untuk masyarakat dan petugas sehingga dapat menekan penyebaran COVID-19 dan meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat," kata Doni.

Menteri Komunikasi dan Informasi Jhonny G. Plate mengatakan, aplikasi Bersatu Lawan Covid-19 ini berfungsi untuk mengonsolidasikan data di seluruh wilayah Indonesia.

“Sistem ini memiliki fungsi dan konsolidasi data seperti data kesehatan, data kependudukan, data logistik, dan data-data lainnya yang dhimpun dari 514 Kabupaten/Kota, 34 provinsi kementerkan lembaga terkait maupun platform digital," kata Plate saat konferensi pers, Rabu.

Plate mengatakan, data terintegrasi penting agar pemerintah bisa mengambil kebijakan secara akurat, terukur dan efektif.

Kedua, sistem Bersatu Lawan Covid-19 terintegrasi dengan portal Covid-19.go.id.

Portal Covid-19.go.id pun diklaim sudah dikembangkan lebih jauh sehingga data yang ada di portal lebih terintegrasi, mudah diakses publik dengan visualisasi detail.

"Selain itu platform juga memikiki fitur-fitur seperti dashboard pengelolaan data, pelaporan mandiri, chat board, penanganan hoaks, informasi telemedisin, dan rumah sakit rujukan," kata Plate.

Plate menambahkan, pemerintah akan memasukkan data sehat jiwa, data protokol serta fitur lain. Ia pun mengatakan aplikasi ini akan melengkapi data Kominfo lewat program peduli lindungi yang digagas Kemenkominfo.

Pria yang juga Sekjen Partai Nasdem ini pun menjamin keamanan aplikasi ini. Oleh sebab itu, Plate mengajak masyarakat berpartisipasi dalam integrasi data nasional untuk penanganan Covid-19 sehingga penanganan Covid-19 lebih baik.

“Dengan berpartisipasi aktif seluruh komponen terkait, saya yakin integrasi data, keterbukaan data ini memberikan makna signifikan dalam memutus mata rantai penyebaran virus Corona," kata Plate.

Baca juga artikel terkait VIRUS CORONA atau tulisan lainnya dari Andrian Pratama Taher

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Abdul Aziz