Menuju konten utama

Pemerintah Gelontorkan Rp268 Miliar Buat Bencana Banjir Sumatra

Anggaran Rp268 miliar untuk Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dialokasikan dari BTT.

Pemerintah Gelontorkan Rp268 Miliar Buat Bencana Banjir Sumatra
Tim SAR mengevakuasi warga yang terluka dan terjebak luapan air sungai di kawasan Batu Busuk, Pauh, Padang, Sumatera Barat, Minggu (14/12/2025). Air sungai di permukiman terdampak banjir bandang tersebut kembali meluap dan membuat sejumlah warga dievakuasi ke tempat yang lebih aman. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/agr
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, menyebut pemerintah pusat telah menggelontorkan Rp268 miliar untuk penanganan bencana Sumatra. Anggaran itu dialokasikan dari belanja tidak terduga (BTT).

"Untuk anggaran BTT yang Bapak sudah tambahkan, totalnya Rp268 miliar. Jadi, ada 60 miliar tiga provinsi, kemudian Rp208 miliar untuk 52 kabupaten dan kota," sebutnya saat rapat sidang kabinet di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (15/12/2025).

TNI AL salurkan bantuan untuk korban bencana alam

Dokter Spesialis TNI AL Letkol Laut (K) Handoyo Harsono (ketiga kanan) bersama Satgas TNI AL menyerahkan bantuan untuk korban terdampak bencana alam di Desa Cot Ulaya, Kecamatan, Baktiya, Aceh Utara, Aceh, Selasa (9/12/2025). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/rwa.

Menurut Tito, anggaran itu diperuntukkan membeli bantuan untuk korban bencana yang bersifat kebutuhan pokok. Misalnya, beras serta minyak goreng.

Di satu sisi, Kemendagri mendorong pemerintah daerah untuk ikut menyalurkan bantuan bagi korban bencana Sumatra. Bantuan yang disalurkan berupa uang maupun barang.

"Ada juga yang mengirim tenaga medis, obat-obatan, makanan, pakaian langsung ke kabupaten kota yang dianggap paling terdampak, seperti Tamiang, kemudian di Tapanuli Tengah, itu langsung," tuturnya.

Kemendagri, kata Tito, juga menggratiskan biaya untuk mengurus dokumen berharga bagi korban bencana. Dokumen berharga tersebut, yakni sertifikat, ijazah, surat kendaraan bermotor, dokumen perbankan, dan buku tabungan.

"Kami mohon kementerian/lembaga terkait bisa juga menggratiskan kepada mereka, sekaligus juga menyiapkan posko-poskonya Pak sehingga mereka akan sangat terbantu sekali," ujar Tito.

Diberitakan sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat kembali bertambah.

Hingga Senin (15/12/2025), total korban tewas tercatat mencapai 1.030 jiwa, atau bertambah 14 orang dibandingkan hari sebelumnya.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan jumlah korban meninggal pada Minggu (14/12/2025) tercatat sebanyak 1.016 jiwa.

Penambahan korban berasal dari tujuh orang di Aceh, enam orang di Sumatra Utara, dan satu orang di Sumatra Barat.

Baca juga artikel terkait BANJIR HARI INI atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Siti Fatimah