tirto.id - Pembangunan Sentra Fauna dan Kuliner Jakarta di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, ditargetkan akan rampung pada akhir September 2025. Sentra tersebut dibangun sebagai tempat relokasi para pedagang Pasar Burung Barito.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, mengatakan, saat ini proses pembangunan sentra itu telah mencapai 85 persen.
“Pembangunan kios secara fisik sudah mencapai 85 persen,” ujar Ratu setelah meninjau proses pembangunan sentra pada Selasa (23/9/2025), dikutip dari portal berita resmi Pemprov Jakarta.
Ratu menjelaskan, pemerintah membangun 125 kios di sentra itu. Kios tersebut diperuntukkan bagi para pedagang Pasar Burung Barito yang direlokasi. Saat ini, sebanyak 119 kios sudah dilengkapi dinding sementara enam kios lainnya masih tahap pemasangan pondasi.
“Untuk penyelesaian keseluruhan pembangunan, termasuk prasarana seperti gerbang, turap, tangga, taman, dan fasilitas pendukung lain, diperkirakan selesai pada akhir bulan ini,” katanya.
Sentra Fauna dan Kuliner Jakarta dibangun di atas lahan seluas 7.500 meter persegi. Selain berfungsi sebagai pasar hewan, sentra itu juga akan menjadi pusat edukasi fauna sekaligus ruang usaha bagi para pelaku UMKM.
Dari total keseluruhan luas lahan, sekitar 2.000 meter persegi dialokasikan untuk menampung para pedagang Pasar Burung Barito yang sebelumnya menempati Lokasi Sementara (Loksem) JS 25, JS 26, dan JS 30.
Total kios terbagi dalam tiga zona utama, yakni Zona A terdiri atas 22 kios kuliner, Zona C dan D sebanyak 74 kios pedagang burung dan pakan hewan, serta Zona E untuk parcel dan kuliner sejumlah 29 kios. Adapun Zona B yang diperuntukkan bagi amphitheater masih belum berproses.
Sebagai informasi, para pedagang Pasar Burung Barito direlokasi ke tempat baru, karena tempat mereka berjualan terdampak proyek penggabungan tiga taman, yakni Taman Langsat, Taman Barito, dan Taman Leuser, yang kemudian akan diberikan nama Taman Bendera Pusaka.
Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) DKI Jakarta, Fajar Sauri, menegaskan proses relokasi para pedagang Pasar Barito sudah dilakukan sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku.
“Nggak lah [penolakan itu nggak mengganggu pembangunan taman]. Itu kan ada sesuai aturan dan ketentuan. Kita juga bertindak ada aturannya,” kata Fajar kepada para wartawan, Rabu (6/8/2025).
Fajar mengakui Pemprov DKI Jakarta juga telah memberikan arahan dan penjelasan terkait upaya relokasi kepada para pedagang Pasar Barito dengan baik.
“Jadi, ya mungkin para pedagang harus bisa dikasih penjelasan yang baik lah,” ucapnya.
Penulis: Naufal Majid
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id


































