tirto.id - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) meluncurkan program Pelatihan Vokasi Nasional 2026. Total peserta program pelatihan itu ditargetkan mencapai 60.000 orang yang dibagi dalam tiga batch.
Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan program itu disusun untuk mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, etos kerja, dan untuk dapat bekerja.
"Program ini mengedepankan link and match, kurikulum pelatihan yang kuat dan dekat dengan dunia usaha ataupun industri dan diharapkan lulusan bisa langsung sesuai dengan tuntutan pasar kerja," tuturnya saat konferensi pers bersama Menaker Yassierli di kantor Kemnaker, Jakarta Selatan, Jumat (27/2/2026).
Airlangga menargetkan peserta program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 adalah masyarakat yang telah lulus SMK dalam waktu tiga tahun terakhir. Pelatihan Vokasi Nasional 2026 akan digelar dalam tiga batch.
Per batch, ada 20.000 peserta program pelatihan tersebut. Dengan demikian, total ada 60.000 peserta Pelatihan Vokasi Nasional 2026.
"Pelatihan ini dilakukan secara luring, daring, dan hybrid dengan lebih dari 820 kelas pelatihan dan konsentrasi pada 31 kejuruan," sebut Airlangga.
Ia menyatakan terdapat sejumlah bidang pelajaran yang ada dalam program tersebut. Beberapa di antaranya, teknologi informasi, komunikasi, bisnis manajemen, pariwisata, fashion/tata busana, otomotif, housekeeping, kelistrikan, mekanisasi pertanian dan konstruksi.
"[Informasi] seluruhnya ada di website ataupun portal, skillhub.kemnaker.go.id. Sekali lagi, skillhub.kemnaker.go.id. Juga perlu diperhatikan karena ada beberapa website tandingan, atau saya sebut tandingan atau bahasa jelasnya palsu. Nah, ini harus dihindari dan tadi portal yang resmi itu yang diikuti," ucapnya.
Sementara itu, Menaker Yassierli menyatakan para peserta program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 akan mendapatkan uang saku per hari.
"Untuk pelatihan kami sesuai dengan Kepmen ya, bahwa uang sakunya Rp20 ribu per hari. Itu untuk membantu mereka yang mengikuti pelatihan," kata dia.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id





































