tirto.id - Linda Susanti yang merupakan saksi dalam kasus suap hakim Mahkamah Agung (MA) mendatangi Mabes Polri untuk bertemu dengan Satgas Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Linda bersama pengacaranya, Deolipa Yumara, melaporkan dugaan penggelapan asetnya yang dilakukan oleh pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Linda mengungkap bahwa dirinya merugi karena aset yang disimpan dalam safe deposit box Bank BCA diambil penyidik KPK dengan dalih penyitaan terkait kasus suap hakim MA. Padahal, dia hanya mendapatkan dua batang emas dari adik terpidana Hasbi Hasan, Hamka Hasan, dan Sulaiman sebagai pembayaran utang.
"Totalnya 45 juta dolar. Kalau dirupiahin Rp700 miliar," ucap Linda di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (9/12/2025).
Menurut Linda, dirinya juga mendapat ancaman saat berupaya mendapatkan kembali aset-asetnya tersebut. Mobilnya juga pernah dirusak orang tidak dikenal, tetapi barang-barang berharganya dalam mobil tidak ada yang hilang.
"Terornya itu dari tahun kemarin. Ini contohnya, ini mobil yang dipecahkan. Terus juga ada teror ke anak saya, datang ke kampus anak saya. Terus juga ada teror ke rumah saya. Terus ada teror juga pada saat saya mau ke Singapura," ungkap Linda.
Dia juga mengaku belakangan ini hampir disiram air keras oleh orang tak dikenal, tapi tidak mengenai wajahnya. Dari kejadian tiga bulan lalu tersebut, pahanya mengalami luka.
"Jadi setiap bulan itu selalu ada ancaman. Di Singapura pernah. Terus di Bandara Soekarno-Hatto. Terus juga di Tebet pernah," tutur dia.
Dijelaskan Linda, dalam kasus ini dirinya juga hendak ditersangkakan dengan disebut terlibat dalam kasus suap MA dengan terpidana Hasbi Hasan. Dia disebut menjadi penadah sekaligus menyimpan harta hasil tindak pidana korupsi itu.
Sejumlah pihak dari KPK, kata dia, juga kerap meminta bertemu dengannya di suatu tempat. Namun, selalu ditolak Linda karena dinilai menjadi celah bagi hal-hal yang tak diinginkan.
"Oknumnya di sini Arief dan kawan-kawan, dan diketahui oleh Pak Asep Guntur. Jadi saya kaget ketika Pak Asep Guntur memberikan narasi hoaks. Saya bilang itu hoaks. Dan saya minta kepada Asep Guntur untuk betul-betul bertemu saya langsung," ucapnya.
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Irfan Teguh Pribadi
Masuk tirto.id


































