Menuju konten utama

PBNU Serukan Semua Pihak Untuk Ikut Mendamaikan Iran vs AS

PBNU memandang implikasi konflik Iran dan AS tersebut terasa nyata bagi masyarakat dunia terkhusus Indonesia.

PBNU Serukan Semua Pihak Untuk Ikut Mendamaikan Iran vs AS
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf dalam konferensi pers di Kantor PBNU, Selasa (14/7/2026). tirto.id/M. Irfan Al Amin
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf, menyerukan seluruh pihak masyarakat internasional untuk ikut serta dalam proses penghentian eskalasi perang antara Iran dan Amerika Serikat (AS) yang diboncengi oleh Israel.

"Saya juga sejak awal menyerukan masyarakat internasional seluruhnya untuk berkonsolidasi mendesak semua pihak menghentikan kekerasan," kata Yahya, dalam konferensi pers di Kantor PBNU, Selasa (14/7/2026).

Menurutnya, perundingan damai kedua negara tersebut dapat terjadi jika seluruh masyarakat internasional mau terkonsolidasi dalam dialog tersebut.

"Saya ingin menyampaikan masyarakat internasional dan pemimpin dunia untuk berbicara kepada kedua belah pihak," jelasnya.

Dia berharap selama proses perundingan damai tersebut, AS dan Israel didesak untuk menghentikan kekerasan yang selama ini diperbuat mereka karena merugikan masyarakat internasional. Pun dunia Islam, Arab, dan Timur Tengah untuk juga mengusung perdamaian demi keselamatan dan kemaslahatan bersama.

"Marilah kita bicara tentang perdamaian, keselamatan, dan kesejahteraan bersama. Hentikan kekerasan sekarang juga! Semuanya harus berhenti dari kekerasan yang selama ini diperbuat!" tegasnya.

Yahya mengingatkan bahwa implikasi konflik Iran dan AS tersebut terasa nyata bagi masyarakat dunia terkhusus Indonesia. Salah satunya dengan kenaikan dan kelangkaan pasokan bahan bakar imbas aksi saling serang dan ancaman senjata antara negara tersebut.

"Karena ini kepentingan kita bersama. Bukan hanya kita saja, Indonesia jelas kita merasakan tekanan yang luar biasa akibat perang ini. Negara-negara lain juga sama. Dan inisiatif-inisiatif untuk mengupayakan perdamaian itu memang harus dilakukan dengan berani," ungkapnya.

Kepada umat Islam, Yahya mengingatkan bahwa untuk solusi damai dalam suatu peperangan tidak harus selalu diakhiri dengan balas dendam atau pembunuhan. Dia khawatir jika balas dendam terus dilakukan, maka upaya damai di kawasan Timur Tengah tersebut menjadi mustahil untuk dilakukan.

"Itu soal itu hal yang bisa dibicarakan secara diplomatik. Enggak perlu membunuh lebih banyak orang lagi. Sudahlah. Masa enggak cukup sih bunuh orang? Sudah berhenti sekarang kekerasan itu, hentikan!" tegasnya.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Irfan Amin

tirto.id - Flash News
Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama