tirto.id - Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) diperingati setiap tanggal 2 Mei. Banyak kegiatan yang bisa dilakukan untuk memperingatinya, termasuk mengadakan lomba pantun bertema pendidikan.
Mutia Dwi Pangesti dalam buku berjudul Pintar Pantun dan Peribahasa Indonesia menyebutkan, pantun berasal dari kata patutun yang dalam bahasa Minangkabau berarti "penuntun". Sementara dalam bahasa Jawa dikenal sebagai parikan dan dalam bahasa Sunda dikenal paparikan, sedangkan bahasa Batak dikenal sebagai umpasa (baca: uppasa).
Dikutip dari buku Pantun Melayu, Titik Temu Islam dan Budaya Lokal Nusantara karya Abd. Rachman Abror, dituliskan bahwa pantun adalah puisi Melayu tradisional yang terikat. Maksudnya, terdapat sejumlah pola khusus yang mengategorikannya sebagai salah satu jenis karya.
Misalnya terdapat pola akhiran bunyi berupa a-b-a-b. Pola a-b pertama disebut sebagai sampiran, kemudian a-b terakhir menjelaskan isi pantun.
Sementara menurut buku EYD Saku + Pedoman Pembentukan Istilah dalam Bahasa Indonesia: Kumpulan Pantun, Tanda dan Lambang oleh E. Wardah, pantun adalah jenis puisi lama yang merupakan budaya asli Indonesia.
Menurut pengkaji Budaya Melayu bernama R.O. Winsted, pantun bukan hanya sekadar gubahan kata-kata yang mengandung rima dan irama, tetapi juga memiliki rangkaian kata-kata indah untuk menggambarkan kehangatan seperti cinta, kasih sayang dan rindu dendam penuturnya. Selain itu, pantun juga mengandung ide kreatif dan kritis serta padat kandungan maknanya.
Isi yang disampaikan pun dapat beragam. Untuk merayakan Hari Pendidikan Nasional, tentunya pantun yang berisi ajaran atau arahan tertentu dapat digunakan.
Contoh Pantun untuk Lomba Hardiknas
Pantun dapat dibuat atau diambil dari berbagai buku yang bertema pendidikan. Khusus untuk membuat pantun misalnya, kita dapat menggunakan tema tahun ini sebagai referensi pembuatannya.
Berikut ini sejumlah daftar pantun bertema pendidikan yang sekiranya cocok digunakan untuk peringatan Hari Pendidikan Nasional.
Beli kedondong di jalan ambal
Jalan ke rumah lewat sungai gangga
Ayo kita semarakan Hari Pendidikan Nasional
Demi kebaikan diri, bangsa, dan dunia
Minum jamu di teras rumah
Jangan lupa makan kerupuknya
Jikalau engkau tidak sekolah
Kurang mengerti caranya berjaya
Hiduplah engkau seperti elang
Janganlah malas turun memangsa
Kelaklah dikau akan gemilang
Jikalau belajar sepanjang masa
Ibuku seorang guru
Ia memiliki hp dan juga buku
Kaya atau miskin janganlah malu
Pendidikan utama jadikan nomor satu
Ada gajah punya belalai
Jalanan kosong ditapaki batu
Senanglah bangsa punya masyarakat pandai
Berminat bakat satu persatu
Jual semangka di pasar baru
Hilang satu rugi seribu
Harus selaras murid dan guru
Niscaya bangga ayah dan ibu
Penulis: Yuda Prinada
Editor: Yulaika Ramadhani
Penyelaras: Iswara N Raditya
Masuk tirto.id






































