PA 212 Kecewa Pertemuan Prabowo-Jokowi, Gerindra Tak Ambil Pusing

Oleh: Mohammad Bernie - 14 Juli 2019
Dibaca Normal 1 menit
"Untuk yang kecewa dengan pertemuan Kangmas Joko Widodo dan Mas Bowo, tersenyum saja untuk Indonesia biar plong dan lega," kata Wakil Ketua Umum Gerindra.
tirto.id - Pertemuan antara Calon Presiden Nomor Urut 02 Prabowo Subianto dengan Calon Presiden Terpilih Joko Widodo banyak menuai kekecewaan dari pendukung Prabowo. Kendati begitu, Partai Gerindra tak ambil pusing.

"Untuk yang kecewa dengan pertemuan Kangmas Joko Widodo dan Mas Bowo, tersenyum saja untuk Indonesia biar plong dan lega," kata Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono lewat keterangan tertulis pada Minggu (14/7/2019).

Menurutnya tak ada alasan untuk kecewa dengan pertemuan itu, pasalnya Joko Widodo merupakan Presiden RI dan sesama anak bangsa. Lebih lanjut, Arief menyebut tak ada agama yang melarang silaturahim. Terlebih jika pertemuan itu untuk kebaikan bangsa.

Ia pun mengklaim pertemuan antara dua tokoh itu merupakan hal yang diinginkan 99,9 persen warga Indonesia.

"Bagi yang kecewa dan kesal akan silaturahmi kedua tokoh ini cobalah tersenyum untuk Indonesia saja. Jangan menghujat apalagi mem-bully terus, nanti jadi enggak bersahaja lho wajahnya," ujarnya.


Persaudaraan Alumni 212 mengungkapkan kekecewaannya atas pertemuan antara Calon Presiden Nomor Urut 02 Prabowo Subianto dan Calon Presiden Terpilih Joko Widodo. Mereka bahkan dengan tegas akan meninggalkan mantan Danjen Kopassus itu jika Prabowo akhirnya bergabung ke kubu Joko Widodo.

"Oh iya jelas kalau itu terjadi khusus saya, PA 212 akan segera meninggalkan Prabowo dan 2024 kita akan cari partai dan capres yang bisa dipercaya," kata Juru Bicara PA 212 Novel Bamukmin saat dihubungi, Minggu (14/7/2019).

Novel mengaku enteng saja untuk meninggalkan Prabowo. Menurutnya, Koalisi Adil Makmur hanya kendaraan dalam mewujudkan tujuan politik PA 212.


"Kalau sudah kendaraan itu rusak atau supirnya mabok maka kita akan ganti kendaraan," ujarnya.

Novel juga menjelaskan, tidak ada komunikasi dari Prabowo kepada PA 212 sebelum memutuskan untuk bertemu dan berekonsiliasi dengan Joko Widodo. Hal itu menambah kekecewaan mereka.

Pertemuan antara dua calon presiden pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, Jokowi dan Prabowo akhirmya terwujud pada Sabtu (13/7/2019) kemarin.

Kedua bertemu di Stasiun MRT Lebak Bulus dan berlanjut menaiki MRT hingga Stasiun MRT Senayan. Usai menaiki MRT, Jokowi mengatakan pertemuan dengan Prabowo adalah pertemuan antara sahabat, kawan dan tentunya saudara setanah air.

Dalam pertemuan itu, keduanya berkomitmen meninggalkan semua perselisihan di masa Pemilu lalu.


Baca juga artikel terkait PA 212 atau tulisan menarik lainnya Mohammad Bernie
(tirto.id - Politik)

Reporter: Mohammad Bernie
Penulis: Mohammad Bernie
Editor: Irwan Syambudi