Menuju konten utama

OJK Targetkan Inklusi Keuangan Capai 93 Persen di 2029

OJK mematok target ambisius tingkat inklusi keuangan di Indonesia pada 2029.

OJK Targetkan Inklusi Keuangan Capai 93 Persen di 2029
Pengunjung melintas di belakang banner pada Expo Inklusi Keuangan yang digelar oleh Otoritas Jasa Kuangan (OJK) Perwakilan Sulawesi Tengah di Palu, Jumat (28/10). Expo yang berlangsung hingga 30 Oktober dan diikuti lembaga keuangan bank dan nonbank itu bertujuan untuk memberikan pendalaman layanan keuangan (financial service deepening) kepada masyarakat guna memanfaatkan produk dan jasa keuangan formal seperti sarana menyimpan uang yang aman (keeping), transfer, menabung maupun pinjaman. ANTARA FOTO/Basri Marzuki/kye/16
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan tingkat inklusi keuangan mencapai 93 persen pada 2029. Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi menyatakan, target tersebut telah ditetapkan dalam Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025. Termasuk, tingkat literasi keuangan yang dibidik mencapai 69,35 persen.

“Di tahun 2029 target literasi keuangan itu 69,35 persen. Sedangkan target inklusi keuangan di 2029 itu 93 persen,” ujar Friderica dalam konferensi pers di Gedung Badan Pusat Statistik (BPS), Jakarta, Jumat (2/5/2025).

Tak hanya dalam SNLIK, target tersebut juga telah tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) nomor 12 tahun 2025 tentang rencana pembangunan jangka menengah nasional tahun 2025-2029.

Kemudian, sebagaimana dalam Undang-Undang Nomor 59 tahun 2024 tentang rencana pembangunan jangka menengah nasional, tingkat inklusi keuangan di masa Indonesia Emas 2045 diharapkan mencapai 98 persen. “Jadi harapannya seluruh masyarakat Indonesia itu sudah ber-inklusi keuangan,” kata Kiki.

Sebagai informasi, secara keseluruhan, hasil SNLIK 2025 mencatatkan bahwa indeks literasi keuangan penduduk Indonesia meningkat menjadi 66,46 persen dari sebelumnya 65,43 persen di 2024. Sementara indeks inklusi keuangan tumbuh menjadi 80,51 persen dari sebelumnya 65,02 persen di 2024.

“Kalau data dari tahun 2024 ini indeks literasi dan inklusi keuangan kita meningkat,” ujar Kiki.

Jika dilihat berdasarkan layanannya, literasi keuangan konvensional 2025 meroket menjadi 66,45 persen dari yang sebelumnya hanya 65,08 persen pada 2024. Lalu, untuk literasi keuangan syariah turut mengalami kenaikan menjadi 43,42 persen di 2025 dari sebelumnya 39,11 persen di 2024.

Indeks inklusi keuangan segmen konvensional tumbuh menjadi 79,71 persen dari sebelumnya 73,55 persen. Sejalan dengan hal tersebut, indeks inklusi keuangan syariah turut meningkat menjadi 13,41 persen di periode yang sama dari tahun lalu, yakni 12,88 persen.

Sementara itu, berdasarkan apabila metode cakupan DNKI (Dewan Nasional Keuangan Inklusif), indeks literasi keuangan nasional tercatat mencapai 66,64 persen, dan indeks keuangan nasional 92,74 persen.

Baca juga artikel terkait LITERASI KEUANGAN atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Insider
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Hendra Friana