Menuju konten utama

OJK Sebut Dana Kelolaan Reksa Dana Tembus Rp718,44 Triliun

AUM reksa dana mencapai Rp718,44 triliun ditopang oleh peningkatan nilai aktiva bersih (NAB) sebesar Rp49,71 triliun atau tumbuh 6,39 persen.

OJK Sebut Dana Kelolaan Reksa Dana Tembus Rp718,44 Triliun
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi (tengah) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (19/5/2026). Doc: BP BUMN

tirto.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total Asset Under Management (AUM) reksa dana saat ini mencapai Rp718,44 triliun. Kenaikan tersebut ditopang oleh peningkatan nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana sebesar Rp49,71 triliun atau tumbuh 6,39 persen, yang berasal dari net subscription investor ritel.

Hal ini menunjukkan bahwa meski IHSG mengalami koreksi, industri reksa dana masih tumbuh ditopang oleh investor dalam negeri.

"Saya bisa sharing kepada teman-teman bahwa nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana kita di tahun ini justru meningkat sebesar 49,71 triliun, yaitu dari net subscription dari investor retail kita," kata Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Sebelumnya diberitakan, kondisi IHSG setelah adanya rebalancing dari MSCI dinyatakan masih sangat moderat. Pada hari pertama setelah pengumuman MSCI, IHSG turun hingga 1,98 persen.

Friderica mengatakan bahwa memang sempat terjadi pelemahan kembali hingga mencapai 1,85 persen pada perdagangan 18 Mei 2026. Hal itu dikarenakan adanya libur panjang Kenaikan Isa Almasih.

"Dinamika ini menunjukkan penyesuaian lebih berbasis fundamental. Jadi selalu kita sampaikan bahwa ini adalah konsekuensi logis dari berbagai transformasi di pasar modal yang kita lakukan," ujar dia di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (19/5/2026).

Dia menerangkan, meski terjadi pelemahan, pergerakan IHSG relatif sejalan dengan indeks acuan MSCI dan subindeks utama seperti LQ45, IDX30, dan IDX80. Bahkan, pelemahan yang lebih dalam juga terjadi di sejumlah negara lain, sementara penguatan di beberapa pasar tercatat sangat terbatas.

"Ini mencerminkan price discovery yang lebih fundamental tadi seperti saya sampaikan, di mana pergerakan saham lebih ditopang oleh aspek fundamental dibandingkan oleh sentimen semata," ucap dia.

Baca juga artikel terkait OJK atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Flash News
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Hendra Friana