tirto.id - Banjir yang merendam permukiman warga di Jalan Rawa Indah RT 06/ RW 03 Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara (Jakut), membuat proyek normalisasi Kali Cakung Lama disetop sementara, Kamis (29/1/2026).
Koordinator Lapangan Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Utara, Iwan Setiawan, mengatakan pekerjaan normalisasi Kali Cakung Lama itu terhambat karena kedalaman air kali bertambah menjadi lima meter, sedangkan normalnya hanya tiga meter.
"Kami mau gerak, sudah enggak bisa, karena kondisi debit airnya lebih tinggi. Kalau kami gerak, kemungkinan turap bisa longsor. Alat ini untuk pengerukan lumpur, normalisasi Kali Cakung Lama," kata Iwan di Jakarta, mengutip Antara, Kamis.
Pekerjaan normalisasi itu, kata dia, sebenarnya akan dilanjutkan pada Kamis malam nanti, namun terpaksa ditunda karena banjir.
"Kami mau pindah ke sebelah (RT 06), namun karena debit air masih tinggi. Jadi, kami tunda malam ini," ujar Iwan.
Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Ika Agustin, mengatakan normalisasi Kali Ciliwung mampu menekan risiko banjir di ibu kota hingga 40 persen.
“Kalau kita bisa mengendalikan Ciliwung, maka kita bisa menyelesaikan persoalan DAS (daerah aliran sungai) Ciliwung sebesar 40 persen di DAS Ciliwung,” kata Ika di Jakarta Timur, Kamis.
Dia menjelaskan Sungai Ciliwung mengalir dari hulu di kawasan Bogor menuju Jakarta. Sepanjang alirannya, terdapat 13 aliran anak sungai atau cabang sungai yang bermuara ke Ciliwung.
Setiap aliran itu membawa air hujan atau aliran dari daerah hulu ke Ciliwung. Akibatnya, Ciliwung menjadi sungai kunci dalam sistem pengendalian banjir di Jakarta.
Ika mengatakan jika Ciliwung berada dalam kondisi siaga, misalnya debit air tinggi akibat hujan deras, maka lima wilayah Jakarta akan ikut terdampak banjir.
Oleh sebab itu, normalisasi kembali dilanjutkan setelah sempat terhenti pada 2017.
Proyek normalisasi itu terbagi menjadi dua segmen. Segmen pertama membentang dari Pintu Air Manggarai hingga Jalan MT Haryono dengan panjang sungai sekitar 7,01 kilometer. Pada segmen tersebut, direncanakan pembangunan tanggul sepanjang 14,99 kilometer, dengan realisasi hingga saat ini mencapai sekitar 8,24 kilometer.
Segmen kedua membentang dari Jalan MT Haryono hingga Jalan TB Simatupang dengan panjang sungai sekitar 12,89 kilometer. Pada segmen ini direncanakan pembangunan tanggul sepanjang 18,70 kilometer dengan realisasi sekitar 8,90 kilometer.
Secara keseluruhan, dari total rencana pembangunan tanggul sepanjang 33,69 kilometer, telah terealisasi sekitar 17,14 kilometer.
Warga Terpaksa Mengungsi
Riska, warga RT 01 RW 10 Sukapura mengaku tempat tinggalnya kebanjiran hingga air masuk ke dalam rumah, dengan ketinggian mencapai 40 sentimeter.
Riska dan warga lainnya terpaksa mengungsi ke sebuah bengkel yang berada tidak jauh dari rumahnya.
"Curah hujan cukup tinggi, dan mungkin pintu airnya enggak dibuka. Di dalam rumah sampai selutut dalamnya," ungkap Riska.
Dia mengungkapkan jika banjir tersebut mengganggu aktivitasnya, bahkan anak-anaknya harus meliburkan diri karena tidak bisa berangkat ke sekolah.
"Dulu mah lima tahunan banjir, sekarang sebulan aja udah enam kali banjirnya. Ganggu banget, anak mau sekolah susah," jelas Riska.
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id






























