Menuju konten utama

Nindya Karya & DH Group akan Urus Pipa Blok Rokan dan Kilang Dumai

Perusahaan holding finansial asal Korea Selatan, DH Group resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Nindya Karya terkait revitalisasi pemipaan Blok Rokan dan pengembangan kilang Dumai milik Pertamina senilai Rp60 triliun.

Nindya Karya & DH Group akan Urus Pipa Blok Rokan dan Kilang Dumai
Kilang Minyak Putri Tujuh milik Pertamina UP II Dumai dalam proses perbaikan pasca kejadian salah satu turbin penggerak kelistrikannya mengalami kerusakan di Dumai, Riau, Rabu (11/12/2019). ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid/foc.

tirto.id - Perusahaan holding finansial asal Korea Selatan, DH Group resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Nindya Karya terkait revitalisasi pipa Blok Rokan dan pengembangan kilang Dumai milik Pertamina senilai Rp60 triliun.

“Dengan adanya nota kesepahaman ini, kami berharap kerjasama dengan DH Group akan lebih terbuka dan intensif,” ucap Pelaksana Direktur Utama PT Nindya Karya, Haedar A Karim dalam keterangan tertulis, Rabu (18/12/2019).

Penandatangan ini dilakukan pada 16 Desember 2019 di Seoul, Korea Selatan. Haedar melakukan penandatanganan bersama Chairman DH Group, Jung Sam Seung.

Sementara itu, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa revitalisasi pipa Blok Rokan diprediksi mampu meningkatkan produksi minyak Indonesia. Selain itu, revitalisasi itu juga penting karena Pertamina sedang melakukan transisi pengelolaan dari sebelumnya oleh Chevron.

Selain Blok Rokan, lanjut Bahlil, pengembangan kilang Dumai bersama DH Group ini diyakini juga mampu membantu kilang Dumai meningkatkan produksi bahan bakar minyak, sekaligus mengurangi impor minyak Indonesia ke depan.

"Kilang Dumai masuk sebagai prioritas Refinary Development Master Plan bersama 4 kilang lain yang menjadi tanggung jawab Pertamina," ucap Bahlil.

Di samping itu, BKPM juga mencatat terdapat penandatangan MoU lainnya di Korea Selatan antara PT Nindya Karya dengan Samsung Engineering. Kerjasama kedua perusahaan ini dilakukan untuk pengembangan fasilitas pengolahan air di Bali dan D.I Yogyakarta. Nilai proyeknya mencapai Rp 1,2 triliun dan diharapkan dapat membantu kebutuhan air bersih masyarakat.

“Kami berterima kasih banyak kepada PT Nindya Karya untuk inisiasi kerjasama dengan dua perusahaan Korea. Pemerintah akan mendukung penuh untuk memfasilitasi rencana investasi tersebut di Indonesia,” kata Bahlil.

Baca juga artikel terkait KILANG MINYAK PERTAMINA atau tulisan lainnya dari Vincent Fabian Thomas

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Ringkang Gumiwang