Menuju konten utama

Neraca Dagang RI Surplus US$1,27 Miliar di Februari 2026

BPS mencatat neraca dagang RI mengalami surplus sebesar 1,27 miliar dolar AS pada Februari 2026, menandai periode surplus selama 70 bulan berturut-turut.

Neraca Dagang RI Surplus US$1,27 Miliar di Februari 2026
Suasana aktivitas bongkar muatan peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (15/6/2021). ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/foc.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Neraca perdagangan Indonesia kembali mencatatkan kinerja positif. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa pada Februari 2026, neraca perdagangan mengalami surplus sebesar 1,27 miliar dolar AS. Capaian ini menandai periode surplus selama 70 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa surplus pada Februari 2026 utamanya didorong oleh kinerja sektor nonmigas.

"Februari surplus 1,27 miliar dolar AS. Neraca perdagangan catat surplus 70 bulan sejak Mei 2020,” katanya dalam konferensi pers perkembangan impor-impor Februari 2026, Rabu (1/4/2026).

Dia menjelaskan, surplus Februari didorong komoditi nonmigas yang mengalami surplus 2,19 miliar dolar AS dengan komoditas penyumbang utama lemak dan hewan nabati. Selanjutnya bahan bakar mineral juga besi dan baja.

Meskipun sektor nonmigas mencatat surplus signifikan, neraca perdagangan untuk komoditas migas justru mengalami defisit. Menurut Ateng, pada periode yang sama, neraca perdagangan migas mengalami defisit sebesar 0,92 miliar dolar AS.

“Pada saat yang sama neraca perdagangan nonmigas mengalami defisit 0,92 miliar dolar AS dengan komoditi penyumbang dari minyak mentah dari hasil minyak dan gas,” jelasnya.

Secara kumulatif, kinerja neraca perdagangan sepanjang Januari hingga Februari 2026 juga masih mencatatkan surplus. Total surplus dalam dua bulan pertama tahun ini mencapai 2,23 miliar dolar AS.

Ateng merinci bahwa surplus kumulatif tersebut ditopang oleh surplus komoditas nonmigas yang mencapai 5,42 miliar miliar dolar AS. Sementara itu, sektor migas secara kumulatif masih mencatatkan defisit sebesar 3,19 miliar dolar AS.

“Neraca perdagangan kumulatif Januari-Februari 2026. Hingga Februari 2026 neraca perdagangan surplus 2,23 miliar dolar AS. Surplus sepanjang Jan-Feb 2026 ditopang komoditas nonmigas 5,42 miliar dolar AS. Komoditi migas alami defisit 3,19 miliar dolar AS,” ucapnya.

Baca juga artikel terkait BADAN PUSAT STATISTIK atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana