tirto.id - Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Saifullah Yusuf, mengungkapkan sejumlah tokoh yang masuk bursa calon Ketua Umum PBNU. Di antaranya adalah Nasaruddin Umar, Zulfa Mustofa, Abdussalam Shohib, Yusuf Chudlori, hingga Yahya Cholil Staquf selaku petahana Ketua Umum PBNU.
"Itulah yang disebut-sebut, termasuk tentu Gus Yahya yang masuk terakhir," kata Gus Ipul di Kompleks MPR/DPR RI, Rabu (15/7/2026).
Saifullah menyatakan tak ada larangan bagi siapa pun warga NU untuk maju mencalonkan diri baik menjadi pengurus Syuriah maupun Tanfidziyah periode mendatang. Dia juga menyebut organisasi Islam terbesar di Indonesia itu memiliki banyak kader mumpuni dari berbagai wilayah.
"Siapa pun boleh maju. Siapa pun bisa ikut dalam pemilihan ketua umum yang akan datang. Saya kira Nahdlatul Ulama tidak kekurangan kader untuk menjadi ketua umum di masa yang akan datang," ujarnya.
Dia yakin proses pemilihan ketua umum dan kepengurusan PBNU mendatang bakal bebas dari intervensi eksternal.
"Dan tentu Presiden memberikan kepercayaan kepada muktamirin untuk melakukan musyawarah, untuk melakukan suatu proses sebagaimana yang ada di dalam tradisi Nahdlatul Ulama. Jadi, saya kira benar bahwa Presiden tidak akan turut campur dalam kaitan dengan proses muktamar itu," terangnya.
Dalam kesempatan tersebut, Saifullah tak menegaskan calon Ketua Umum PBNU harus keluar dari posisi politik apabila telah diterpilih. Menurutnya, aturan perihal teknis kriteria calon ketua umum baru akan dibahas saat muktamar berlangsung.
"Ketentuannya sudah ada. Kemudian, apakah ketentuan itu akan diubah atau diteruskan, itu semua tergantung muktamirin. Kemudian, ketentuan itu akan diterapkan pada muktamar ini atau pada muktamar yang akan datang, itu semua tentu tergantung muktamirin," jelasnya.
Muktamar NU sendiri akan dihelat di Pondok Pesantren Tambak Beras, Jombang, Jawa Timur, pada 27-31 Agustus 2026.
Penulis: Irfan Amin
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id


































