tirto.id - Kasus dugaan joki dalam seleksi Bintara Polri terjadi di Polda Sulawesi Selatan (Sulsel). Dari informasi yang dihimpun, modusnya sejumlah anggota panitia ujian diduga membantu calon siswa (casis) dengan memberikan jawaban soal akademik. Bantuan itu diduga dilakukan menggunakan teknologi kecerdasan buatan, seperti ChatGPT.
Informasi yang beredar menyebutkan, lebih dari 10 Bintara baru diduga terlibat. Mereka adalah bagian dari panitia pengawas ujian di beberapa SMK di Makassar, tempat seleksi digelar. Para calon siswa yang mendapat bantuan ini disebut membayar antara Rp5 juta hingga Rp10 juta, tergantung kesepakatan.
Kepala Bidang Humbungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto, membenarkan adanya pemeriksaan terhadap anggota Polri yang terlibat.
“Anggota Polri yang terlibat sudah diperiksa oleh Propam,” kata dia di Makassar, pada Rabu (14/5/2025).
Namun, Didik belum merinci jumlah personel yang diperiksa. “Nanti saya konfirmasi dulu siapa saja yang ditangani Propam,” kata dia.
Ia hanya menegaskan, peserta seleksi yang menggunakan jasa joki telah didiskualifikasi.
Didik menambahkan, kasus ini bukan soal joki pengganti peserta ujian, seperti di Unhas, melainkan bantuan menjawab soal dengan memanfaatkan ChatGPT.
“Tetapi dengan cara memberitahu jawaban peserta tes dengan mencari jawaban di Chat GPT,” kata dia.
Secara terpisah, Kabid Propam Polda Sulsel, Kombes Pol Zulham Efendi, membenarkan adanya dugaan pelanggaran tersebut.
Menurut dia, dugaan kecurangan ini bukan melibatkan calo, melainkan pengawas ujian yang baru lulus sebagai bintara dan kini bekerja sama langsung dengan peserta.
“Gambarannya bukan calo, itu pengawas kelas yang bintara baru itu bekerja sama dengan casis,” kata dia.
Zulham menambahkan, sejumlah pengawas telah diperiksa terkait dugaan pelanggaran etik dan disiplin. Sementara casis yang terbukti menerima bantuan langsung didiskualifikasi.
“Sudah kami periksa pengawas kelas, kode etik dan disiplin. Casisnya kami diskualifikasi. Ada beberapa yang kami periksa. Belum kami ungkap detailnya karena masih dalam pengembangan,” kata di menambahkan.
Penulis: Sorot Sulsel
Editor: Abdul Aziz
Masuk tirto.id


































