Menuju konten utama

Misi Artemis II Nasa Meluncur, Akan Lintasi Bulan dalam 10 Hari

Peluncuran ini menandai misi berawak pertama yang melampaui orbit rendah Bumi dalam lebih dari 50 tahun terakhir.

Misi Artemis II Nasa Meluncur, Akan Lintasi Bulan dalam 10 Hari
Roket SLS (Space Launch System) diluncurkan dengan awak Artemis II di atas pesawat ruang angkasa Orion pada 1 April 2026, di Pusat Luar Angkasa Kennedy NASA di Florida. Foto/Dok. NASA/Bill Ingalls
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Setelah lebih dari setengah abad sejak era Apollo, NASA kembali mengirim manusia mendekati Bulan. Misi Artemis II resmi meluncur pada Kamis (2/4/2026) membawa empat astronot dalam perjalanan 10 hari ke Bulan.

Peluncuran misi Artemis II dilakukan pukul 18:35 waktu setempat (22:35 GMT) dari Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat. Roket Space Launch System (SLS) setinggi sekitar 98 meter mengangkasa dengan mulus, mengantar kapsul Orion dan empat astronot menuju orbit tinggi Bumi sebelum melanjutkan perjalanan ke Bulan.

Peluncuran ini menandai misi berawak pertama yang melampaui orbit rendah Bumi dalam lebih dari 50 tahun terakhir, sejak program Apollo berakhir pada 1972. Meski tidak mendarat di permukaan Bulan, Artemis II menjadi langkah krusial dalam menguji kesiapan teknologi dan manusia untuk misi lunar berikutnya.

Kapsul Orion dijadwalkan menempuh perjalanan selama 10 hari dengan lintasan “free-return”, yakni jalur yang memungkinkan pesawat kembali ke Bumi tanpa dorongan tambahan. Jika sesuai rencana, Artemis II akan mencapai titik terdekat dengan Bulan pada 6 April 2026, sebelum kembali dan mendarat di Samudra Pasifik pada 10 April 2026.

Keempat awak dalam misi ini terdiri dari Reid Wiseman sebagai komandan, Victor Glover sebagai pilot, serta Christina Koch dan Jeremy Hansen sebagai spesialis misi. Seluruh awak dalam misi ini adalah veteran dalam bidang antariksa.

Sekitar lima menit setelah peluncuran, komandan misi Reid Wiseman sempat menyampaikan kesannya dari dalam kapsul.

“Kami melihat pemandangan bulan terbit yang indah. Kami sedang melaju langsung ke arahnya.” ujarnya menggambarkan momen awal perjalanan menuju Bulan.

Sebelum peluncuran, Artemis II sempat mengalami sejumlah penundaan. Awalnya, ia dijadwalkan pada November 2024. Jadwal ini dimundurkan hingga beberapa kali ke Februari dan Maret 2026 akibat masalah teknis, termasuk kebocoran hidrogen dan investigasi pada pelindung panas Orion. Bahkan, roket sempat dikembalikan ke fasilitas perakitan untuk pemeriksaan menyeluruh.

Pada hari peluncuran, tim teknis kembali menghadapi tantangan berupa isu sensor baterai dan sistem penghancur roket darurat(flight termination system). Namun, seluruh kendala berhasil diatasi tepat waktu, memungkinkan peluncuran berlangsung sesuai jadwal.

Dalam dua hari pertama, awak akan berada di orbit tinggi Bumi untuk melakukan pemeriksaan sistem. Selanjutnya, Orion akan menjalankan manuver translunar injection, yaitu dorongan yang mengarahkan pesawat keluar dari orbit Bumi menuju Bulan.

Memasuki hari ketiga dan keempat, kapsul melanjutkan perjalanan menuju Bulan sambil terus dipantau. Pada hari kelima, Orion memasuki wilayah pengaruh gravitasi Bulan, di mana awak juga melakukan pengujian perlengkapan, termasuk baju antariksa.

Puncak misi terjadi pada hari keenam, saat Orion melintas di dekat Bulan dengan jarak sekitar 6.450 hingga 9.650 kilometer dari permukaan. Setelah itu, pesawat langsung berbalik mengikuti lintasan kembali alami menuju Bumi.

Selama perjalanan pulang pada hari ketujuh hingga kesembilan, astronaut akan menjalankan berbagai eksperimen ilmiah dan pemantauan kesehatan. Pada hari kesepuluh, kapsul Orion akan memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan sekitar 40.230 kilometer per jam sebelum akhirnya mendarat di Samudra Pasifik.

Baca juga artikel terkait NASA atau tulisan lainnya dari Intern tirto

tirto.id - Flash News
Reporter: Intern tirto
Penulis: Intern tirto
Editor: Fadrik Aziz Firdausi