Menuju konten utama

Mimpi Indonesia Lolos Piala Dunia, Sampai Dikalahkan Filipina

Timnas U22 kalah dari Filipina dengan skor 0-1 di SEA Games 2025. Hasil ini melengkapi kegagalan Indonesia yang sempat memiliki asa lolos Piala Dunia 2026.

Mimpi Indonesia Lolos Piala Dunia, Sampai Dikalahkan Filipina
Pesepak bola Timnas Indonesia U-22 Mauro Nils Zijlstra tertunduk usai dikalahkan Timnas Filipina pada pertandingan babak penyisihan Grup C Sepak Bola SEA Games 2025 di The 700th Anniversary of Chiang Mai Stadium, Chiang Mai, Thailand, Senin (8/12/2025). Timnas Indonesia U-22 kalah dengan skor 0-1. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/nym.

tirto.id - “Sepertinya, tahun 2025 ini menjadi the dark year dari sepak bola kita [Indonesia],” kata Pundit sepak bola, Haris Pardede di Kanal YouTube Bola Bung Harpa, usai Timnas Indonesia U22 kalah dari Filipina 0-1 pada Senin, 8 Desember 2025.

Kekalahan Timnas U22 dari Filipina merupakan yang pertama di Cabor sepak bola SEA Games. Sejak pesta olahraga multi event yang diikuti negara-negara Asia Tenggara digelar pada 1959 tim sepak bola Indonesia sebelumnya tidak pernah kalah dari Filipina.

Namun, catatan apik itu berhenti di SEA Games 2025. Timnas Indonesia U22 yang ditargetkan melaju ke final, justru terancam gagal lolos dari fase grup. Musababnya, anak asuh Indra Sjafri kalah 1-0 dari Filipina.

Kendati secara matematis masih bisa lolos sebagai runner-up terbaik, nasib Timnas U22 ditentukan oleh hasil tim lain. Vietnam vs Malaysia tidak boleh bermain imbang, sementara Indonesia harus menang dengan skor lebih dari 2 gol melawan Myanmar.

Timnas Indonesia Mimpi Lolos Piala Dunia

Dalam ulasan pascapertandingan, Haris Pardede menggambarkan nasib Timnas Indonesia di tahun 2025 di berbagai kelompok umur sebagai ironi. Pasalnya, di tahun 2024, Indonesia berkali-kali membuat sejarah di berbagai ajang yang diikuti.

Di awal tahun, Timnas Indonesia senior yang kala itu masih dilatih Shin Tae-yong lolos dari fase grup Piala Asia untuk pertama kalinya. Kendati terhenti di babak 16 besar, tetapi permainan Garuda di Piala Asia 2023 (digelar 2024) sangat menjanjikan.

Sukses di Piala Asia 2023 pun berlanjut di ajang Piala Asia U23 2024. Timnas Indonesia yang tidak diunggulkan mampu melaju hingga ke semifinal. Bahkan, Garuda Muda nyaris lolos ke Olimpiade pertama kali, tetapi gagal karena finis di peringkat 4 Piala Asia U23 serta kalah dari Guinea di babak playoff.

Tidak berhenti di 2 ajang Asia, Timnas Indonesia senior berhasil lolos ke ronde 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Hasil ini merupakan pencapaian terbaik Indonesia sejak Piala Dunia menggunakan format kualifikasi resmi dari tiap konfederasi.

Di FIFA Matchday terakhir pada bulan November 2024, Timnas Indonesia menempati peringkat 3 klasemen Grup C ronde 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Marselino Ferdinan dan kawan-kawan kala itu mengumpulkan 6 poin dari 5 laga, selisih 1 poin dari Australia di posisi 2 alias tiket lolos otomatis ke Piala Dunia 2026.

Namun, pencapaian yang diraih Timnas Indonesia mendadak hilang dalam sekejap. Bermula dari kegagalan di Piala AFF 2024 yang digelar bulan Januari 2025, Shin Tae-yong dipecat. Sebagai gantinya, PSSI menunjuk Patrick Kluivert sebagai pelatih Timnas senior. Tidak hanya itu, PSSI juga mendatangkan tim kepelatihan dari Belanda untuk menangani Timnas Indonesia di berbagai kelompok umur.

Timnas Indonesia

Sejumlah pesepak bola Timnas Indonesia meluapkan kegembiraannya usai mengalahkan Timnas Arab Saudi pada pertandingan Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (19/11/2024). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/Lmo/Spt/aa.

Timnas Indonesia Berkali-Kali Gagal di 2025

Debut Patrick Kluivert dimulai dengan laga tandang melawan Australia di Sydney. Dalam laga yang sulit, Timnas Indonesia yang tidak diunggulkan tumbang dengan skor telak 5-1.

Namun, Patrick Kluivert tidak sepenuhnya gagal. Dia berhasil meraih kemenangan pertama bersama Timnas Indonesia saat menjamu Bahrain di Jakarta. Kala itu, Garuda menang dengan skor 1-0 melalui gol tunggal Ole Romeny.

Timnas Indonesia kemudian menang lagi melawan Cina, juga dengan skor 1-0. Meski di laga terakhir ronde 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, Indonesia kalah 6-0 dari Jepang, Garuda tetap lolos ke ronde 4.

Keberhasilan menahan imbang Arab Saudi 1-1 di Jeddah dan menang 2-0 di Jakarta memberi harapan untuk Timnas Indonesia. Meski Irak masih jadi lawan berat, Timnas Indonesia semakin kuat dengan hadirnya Ole Romeny, Mauro Zijlstra, Jay Idzes hingga Kevin Diks yang belum pernah dilawan Irak.

Akan tetapi, Timnas Indonesia justru gagal meraih poin di ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Garuda kalah 3-2 dari Arab Saudi, kemudian kalah lagi 1-0 dari Irak sehingga membuat Jay Idzes dan kawan-kawan gugur.

Sebelum kegagalan Timnas senior di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Timnas U23 sudah lebih dulu gagal dalam 2 ajang yang diikuti. Tim yang kala itu dilatih Gerald Vanenburg kalah dari Vietnam di final Piala AFF U23 2025 yang digelar di Jakarta.

Timnas U23 juga gagal lolos Piala Asia U23 2026 usai kalah dari Korea Selatan, imbang dengan Laos dan hanya menang atas Makau. Padahal, edisi sebelumnya Garuda Muda mampu melaju hingga ke semifinal dan nyaris lolos Olimpiade.

“Tahun lalu [2024] kita berada di depan pintu menuju Piala Dunia. Kemudian satu persatu runtuh. Mulai dari di Timnas senior kita gagal total di ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026, AFF U23 kita gagal total, kemudian Kualifikasi Piala Asia U23 kita juga gagal,” tutur Haris Pardede.

Satu-satunya keberhasilan sepak bola Indonesia di tahun 2025 adalah Timnas U17 yang lolos ke babak 8 besar Piala Asia U17 2025. Hasil itu sekaligus membuat tim yang dilatih Nova Arianto lolos ke Piala Dunia U17 2025.

Ironisnya, Timnas U17 merupakan satu-satunya tim yang tidak dilatih paket kepelatihan asal Belanda. Garuda Muda dipimpin Nova Arianto, dengan salah satu staf pelatihnya adalah Choi Ju-young, fisioterapis yang ada di Timnas Indonesia sejak era Shin Tae-yong.

Di Piala Dunia U17 2025, Timnas Indonesia mampu meraih kemenangan pertamanya di putaran final melawan Honduras. Namun, mereka tetap gagal lolos ke fase gugur.

SEA Games 2025: Indonesia dikalahkan Filipina

Pesepak bola Timnas Indonesia U-22 Rahmat Arjuna Reski (kanan) berebut bola dengan pesepak bola Timnas Filipina Noah River Leddel (kiri) pada pertandingan babak penyisihan Grup C Sepak Bola SEA Games 2025 di The 700th Anniversary of Chiang Mai Stadium, Chiang Mai, Thailand, Senin (8/12/2025). Timnas Indonesia U-22 kalah dengan skor 0-1. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/nym.

Kekalahan Pertama Timnas Indonesia dari Filipina di SEA Games

Setelah berbagai kegagalan yang dialami, PSSI berusaha keras untuk meraih hasil bagus di SEA Games 2025. Indra Sjafri yang sukses meraih medali emas di SEA Games 2023 kembali ditunjuk sebagai juru taktik utama.

Tidak hanya Indra Sjafri, PSSI juga melakukan lobi kepada tim-tim Eropa agar mengizinkan pemainnya tampil di SEA Games 2025 meski tak masuk kalender FIFA. Hasilnya, Mauro Zijlstra, Ivar Jenner dan Dion Markx bisa memperkuat Timnas U22.

Awalnya, Marselino Ferdinan juga masuk skuad SEA Games 2025. Namun, pemain AS Trencin tersebut batal bergabung karena mengalami cedera betis.

Kendati sudah membawa skuad terbaik, performa Timnas U22 tetap mengecewakan. Ivar Jenner dan kawan-kawan kalah dari Filipina U22 di laga pertama dengan skor 1-0. Meski masih memiliki 1 pertandingan melawan Myanmar U22, peluang Garuda Muda lolos ke semifinal sangat kecil.

“Ibu-ibu yang nggak ngerti sepak bola pun melihat permainan kita [Timnas Indonesia U22 vs Filipina] sakit mata,” komentar Haris Pardede menggambarkan kekecewaannya.

Selain Haris Pardede, pundit senior Yusuf Kurniawan dan Ronny Pangemanann juga menyebut Timnas U22 bermain buruk. Bahkan, Yusuf mengatakan permainan Timnas Indonesia tidak jelas konsepnya.

“Sulit mencari sisi positif dari permainan Timnas Indonesia [melawan Filipina]. Saya sulit menggambarkan permainan Timnas Indonesia,” komentar Yusuf Kurniawan usai pertandingan di Kanal YouTube JebreeetMedia TV.

“Nggak usah ngomongin permainan Indonesia lah ya. Kita bicara Filipina saja, mereka bermain bagus, disiplin dan strateginya jelas. Mereka bisa menang lawan Indonesia luar biasa,” kata Ronny Pangemanann.

Asa Timnas U22 lolos ke semifinal SEA Games 2025 sendiri masih ada, meski sulit. Timnas Indonesia harus menang dengan selisih minimal 2 gol melawan Myanmar U22, sambil berharap di grup lainnya, Malaysia mengalahkan Vietnam atau sebaliknya.

Baca juga artikel terkait TIMNAS INDONESIA atau tulisan lainnya dari Permadi Suntama

tirto.id - Sepakbola
Penulis: Permadi Suntama
Editor: Iswara N Raditya