tirto.id - Persebaya Surabaya berhasil menjadi juara Piala Presiden 2026 setelah mengalahkan Persib Bandung di final. Dalam laga yang digelar di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada Kamis (6/8/2026), Bajul Ijo menang lewat adu penalti.
Walau menjadi juara Piala Presiden 2026, ada mitos yang menghantui Persebaya Surabaya. Sejak digelar pada 2015, setiap juara Piala Presiden nyaris selalu sial, saat memasuki kompetisi Liga 1 yang sekarang bernama Super League.
Bagi klub-klub di Indonesia, meraih gelar juara seperti Piala Presiden sudah menjadi kebanggaan. Raihan trofi sekalipun hanya di pramusim, bisa menjadi pemantik kepuasan sang juara. Tak ayal, Piala Presiden menjadi turnamen yang prestisius.
Namun, klub yang tampil habis-habisan di Piala Presiden demi meraih gelar juara pramusim, kerap kehabisan bensin saat liga dimulai. Sejak digelar pada 2015, hanya Persija Jakarta yang mampu mengawinkan gelar Piala Presiden dengan Liga 1 pada musim 2018.
Selebihnya, Persib Bandung juara Piala Presiden 2015 gagal juara liga karena kompetisi sedang vakum akibat sanksi FIFA. Begitu pula dengan Arema FC yang 4 kali juara Piala Presiden, selalu tertatih-tatih di liga.
Bahkan, Port FC, klub asal Thailand yang juara Piala Presiden 2025, juga gagal menjadi kampiun Thai League 2025/2026. Lantas, bagaimana nasib Persebaya Surabaya di Super League 2026/2027?

Juara Piala Presiden yang Kesulitan di Liga
Satu hal menarik dalam sejarah Piala Presiden adalah juaranya nyaris selalu gagal menjadi juara liga di musim berjalan. Padahal, sebagai turnamen pramusim, tujuan utamanya adalah mematangkan permainan agar tampil ciamik saat memasuki musim baru.
Persib Bandung dan Arema FC adalah contoh sahih dari kutukan Piala Presiden. Saat Piala Presiden pertama kali digelar pada 2015, Persib Bandung sukses menjadi juara. Namun, di ISC 2016 (Liga Indonesia yang dijalankan selama sanksi FIFA), Persib yang berstatus juara bertahan ISL 2014, menutup musim di posisi 5.
Arema FC sejauh ini menjadi tim tersukses di Piala Presiden dengan koleksi empat gelar juara. Tapi, di saat yang sama tim kebanggaan warga Malang ini selalu gagal menjadi juara liga.
Arema pertama kali juara Piala Presiden 2017 usai mengalahkan Borneo FC 5-1. Tim yang saat itu diperkuat Cristian Gonzáles tampil luar biasa. Singo Edan berhasil menjadi kampium turnamen pramusim tersebut, tetapi tampil mengecewakan di Liga 1 2017.
Di klasemen akhir Liga 1 2017, Arema FC menempati posisi 9 dengan 49 poin. Mereka mencatat 13 kemenangan, 10 hasil imbang dan 11 kali kalah.
Kisah serupa dialami Arema FC pada Piala Presiden 2019, 2022 dan 2024. Mereka tampil ciamik sepanjang turnamen pramusim tersebut, tetapi harus tertatih-tatih di liga.

Port FC Ikut Terkena Kutukan Piala Presiden
Mulai edisi 2025, Piala Presiden tidak hanya diikuti oleh tim-tim dari Liga Indonesia. Sejumlah klub luar negeri turut di undang untuk meramaikan persaingan. Di edisi 2025, Port FC dari Thailand dan Oxford United dari Inggris ikut berpartisipasi di Piala Presiden.
Di akhir turnamen, Port FC berhasil menjadi juara setelah mengalahkan Oxford United dengan skor 2-1 di final. Wakil Thailand tersebut menjadi klub dari luar Indonesia pertama yang menjuarai Piala Presiden.
Kendati begitu, kutukan juara Piala Presiden menyertai Port FC di Thai League 2025/2026. Mereka gagal menjadi juara setelah gagal bersaing dengan Buriram United. Port FC pun harus puas finis sebagai runner-up Liga Thailand 2025/2026.
Di musim 2025/2026, Port FC tidak sepenuhnya gagal mendapat gelar. Pasalnya, dia masih mampu meraih gelar juara Thai Cup usai menumbangkan BG Pathum di final dengan skor 1-0.
Pada Piala Presiden 2026, Port FC kembali berpartisipasi sebagai juara bertahan. Namun, langkah mereka sudah terhenti di fase grup karena kalah bersaing dengan Persebaya Surabaya dan Persija Jakarta.
Kendati gagal di Piala Presiden 2026, tetapi Port FC setidaknya lepas dari kutukan juara yang gagal di liga. Lantas, mampukah mereka menjuarai Thai League 2026/2027 sekaligus memutus dominasi Buriram United?

Persija Jakarta, Anomali Juara Piala Presiden yang Sukses di Liga
Jika ada tim yang bisa lepas dari kutukan juara Piala Presiden gagal di liga, itu adalah Persija Jakarta. Tim berjuluk Macan Kemayoran masih menjadi satu-satunya klub yang mampu mengawinkan gelar Piala Presiden dengan Liga Indonesia dalam 1 musim yang sama.
Momen itu tercipta pada gelaran Piala Presiden 2018. Tim asuhan Stefano Cugurra menjadi setelah menumbangkan Bali United 3-0 di final yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Marko Šimić menjadi bintang dengan brace yang dia cetak, sebelum ditutup oleh gol Novri Setiawan.
Di Liga 1 2018, Persija Jakarta mampu tampil bagus dan menutup musim sebagai juara. Mereka bersaing ketat dengan PSM Makassar hingga matchday terakhir. Pada akhirnya, Persija meraih gelar juara setelah mengumpulkan 62 poin, unggul 1 poin dari PSM Makassar yang menjadi runner-up.
Hingga saat ini, Persija Jakarta menjadi satu-satunya tim yang mampu menjadi juara Piala Presiden dan sukses memenangi gelar liga. Selebihnya, tim-tim juara Piala Presiden selalu gagal saat menghadapi kompetisi sebenarnya.
Tantangan itu pun kini mengarah pada Persebaya Surabaya. Setelah menjuarai Piala Presiden 2026 dengan mengalahkan Persib Bandung di final, mampukah anak asuh Bernardo Tavares memenangi Super League 2026/2027?
Penulis: Wan Faizal
Editor: Permadi Suntama
Masuk tirto.id
































