tirto.id - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo membandingkan standar pembangunan jalan daerah melalui Instruksi Presiden (Inpres) saat ini dengan era pemerintahan sebelumnya.
Ia menyebut pembangunan jalan daerah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto kini memiliki lebar standar 7 meter, jauh lebih luas dibandingkan era sebelumnya yang hanya 4 meter.
Hal tersebut disampaikan Dody dalam laporannya saat peresmian Inpres Jalan Daerah di Kabupaten Sampang, Selasa (23/6/2026).
"Mohon izin, Inpres Bapak yang nomor 11 tahun 2025 inilah yang kemudian menjadi arahan dari Bapak dari awal agar jalan yang kita bikin, walaupun sekadar jalan daerah, tapi mampu dilewati oleh dua kendaraan secara berpapasan," ujar Dody dalam sambutannya.
Ia menjelaskan bahwa standar baru ini dirancang agar arus logistik menjadi jauh lebih efisien.
Dody menjelaskan, standar lebar 7 meter diterapkan karena standar sebelumnya menyulitkan mobilitas warga.
Ia memberikan contoh, jalan Inpres tahun 2023 yang dibangun di era Presiden Joko Widodo hanya memiliki lebar maksimal 4 meter sehingga mobilitas kendaraan kurang lancar.
"Kalau di sebelah sana, sebelumnya ada Inpres jalan daerah tahun 2023 itu hanya sekitar 4 meter, Pak. Sehingga pada saat kami tadi lewat ke sini untuk melewati motor saja mungkin kesulitan," tambahnya.
Menurut Dody, kehadiran jalan yang lebih lebar ini telah memangkas waktu serta jarak tempuh perjalanan hingga hampir dua kali lebih efisien dibandingkan kondisi sebelumnya.
Dalam laporan tersebut, Dody merinci bahwa pemerintah telah merampungkan pembangunan jalan daerah sepanjang 1.151 kilometer di 37 provinsi (kecuali DKI Jakarta) dengan total investasi APBN sebesar Rp5,41 triliun.
Seluruh pekerjaan tersebut dipastikan telah rampung 100 persen dan dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat.
Salah satu bukti nyata yang diresmikan adalah ruas Kedungdung-Bringkoning di Sampang sepanjang 1,5 kilometer dengan lebar 7 meter yang menelan anggaran Rp14 miliar.
Dody menegaskan, capaian ini membuktikan komitmen pemerintah bahwa pembangunan infrastruktur tidak lagi terpusat, melainkan telah menjangkau pelosok Indonesia secara inklusif.
"Infrastruktur jalan yang kami resmikan di hari ini merupakan alat pengungkit pertumbuhan ekonomi dan wujud nyata kehadiran negara dalam melayani masyarakat hingga ke daerah," ujar Menteri PU.
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id







































