Menuju konten utama

Mentan Sebut 1,5 Juta Ha Lahan Rawa akan Ditanam Padi & Jagung

Mentan Andi Amran Sulaiman mengatakan optimalisasi pemanfaatan lahan rawa bisa menjadi solusi dalam peningkatan produksi pangan nasional.

Mentan Sebut 1,5 Juta Ha Lahan Rawa akan Ditanam Padi & Jagung
Menko Perekonomian Darmin Nasution (kanan) bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (tengah) dan Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor (kiri) memanen padi ketika menghadiri puncak peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-38 di Jejangkit, Kabupaten Batola, Kalimantan Selatan, Kamis (18/10/2018). ANTARA FOTO/ Bayu/wpa

tirto.id - Kementerian Pertanian (Kementan) terus melakukan dan mendorong percepatan tanam untuk meningkatkan produksi padi tahun ini, terutama pada masa tanam di bulan Oktober-November.

Pemerintah menilai percepatan ini mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri sehingga dapat menekan angka Impor yang cukup besar. Salah satu yang akan dilakukan pemerintah adalah mengoptimalkan lahan rawa.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa target optimasi lahan rawa tahun ini harus mencapai 1,5 juta hektare.

Dari luasan target tersebut komoditas yang akan ditanam hanya berfokus pada padi dan jagung. Menurut Amran, optimalisasi pemanfaatan lahan rawa bisa menjadi solusi dalam peningkatan produksi pangan nasional.

"Ada potensi besar di Indonesia yakni lahan rawa-rawa yang bisa digarap. Kami fokus garap dulu meningkatkan indeks pertanaman (IP) yang lebih mudah," ujar Amran dikutip dari keterangannya, Rabu (1/11/2023).

Selain itu, Amran juga akan memastikan ketersediaan pupuk dan benih unggul serta mekanisasi pertanian demi mendorong keberhasilan peningkatan produksi. Bagaimanapun juga kata Mentan, mekanisasi harus diperkuat agar produksi dan panen berjalan lebih cepat.

"Tidak ada basa basi dalam membangun negeri ini, kerja aja. Pertanian Indonesia ini hebat. Tahun 2017 sudah swasembada, tahun 2019 swasembada, tahun 2020 swasembada. Berarti kita bisa. Nanti kita siapkan semuanya mulai dari pupuk sampai mekanisasi," kata Amran.

Sementara itu, Koordinator Kelompok Padi Irigasi dan Rawa, Direktorat Serealia, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Rachmat mengatakan bahwa saat ini pihaknya terus bergerak dalam mempercepat masa tanam 2023.

Ditambah, menurut Rachmat sebagian daerah di Indonesia sudah mulai turun hujan.

"Alhamdulillah di sebagian wilayah sudah mulai turun hujan. Jadi kita optimis untuk MT tahun ini bisa dipercepat. Mari kita singsingkan lengan baju dan segera turun ke lapangan untuk mengolah lahan-lahan yang memang dari sisi posisi ketersediaan airnya sudah mulai ada," ungkap Rachmat.

Rachmat mengatakan, pihaknya juga sudah mempersiapkan varietas unggul untuk mendorong petani meningkatkan produksi. Upaya ini sejalan dengan penyediaan pupuk yang secara perlahan terus diperbaiki.

"Upaya-upaya yang dilakukan di lapangan ini nantinya akan disesuaikan dengan wilayah masing-masing termasuk juga pilihan varietas padi seperti inpari dan ciherang. Semua akan kita sesuaikan dan akan kita coba intervensi dengan berbagai program yang ada," kata Rachmat.

Rachmat juga mengatakan, pemerintah juga terus memberi perharinya pada peningkatan indeks pertanaman (IP) terutama di sejumlah lahan yang sudah siap dengan segala infrastrukturnya.

"Kita coba mengoptimalkan IP 4. Kalaupun tidak bisa kita tingkatkan jadi IP 2. Yang pasti harus ada lompatan seperti yang disampaikan Bapak Menteri (Amran)," ujar Rachmat.

Selain itu, Rahmanto dari Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan mengaku optimis dengan target produksi beras yang saat ini dicanangkan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Meski demikian, dia meminta target tersebut harus melibatkan banyak pihak seperti pupuk dan bulog.

"Kita harus kolaborasi dengan semua pihak agar target yang diharapkan dapat kita capai. Apalagi saat ini sudah memasuki musim hujan dan bisa kita optimalkan," kata Rahmanto.

Baca juga artikel terkait MENTAN AMRAN SULAIMAN atau tulisan lainnya dari Hanif Reyhan Ghifari

tirto.id - Bisnis
Reporter: Hanif Reyhan Ghifari
Penulis: Hanif Reyhan Ghifari
Editor: Reja Hidayat