Menuju konten utama

Mentan Minta Tambah Rp2,1 T Buat Sawah & Lahan Rusak di Sumatra

Kementan akan merapikan tanah longsor yang diproyeksikan untuk sawah dan akan langsung menanaminya.

Mentan Minta Tambah Rp2,1 T Buat Sawah & Lahan Rusak di Sumatra
Suasana bencana banjir dan tanah longsor di Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka,Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Senin (8/12/2025). Bencana banjir dan tanah longsor di wilayah tersebut disebabkan adanya perambahan hutan, di mana sebelumnya banyak tanaman karet dan durian, kini mulai ditanami sawit. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nz
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman, meminta tambahan anggaran senilai Rp2,1 triliun untuk membenahi lahan dan sawah yang rusak di Sumatra imbas bencana banjir bandang hingga longsor.

Menurut dia, sebanyak 94.000 hektare lahan serta sawah rusak tersapu bencana. Untuk menangani kerusakan lahan itu, Amran mengaku Kementan membutuhkan dana dari anggaran pendapatan dan belanja nasional (APBN) tahun 2025-2027.

"Anggaran reguler kami, kami gunakan Rp1,49 triliun [untuk] 2025. [Untuk] 2026 kami geser. Kemudian masih butuh tambahan 2026 Rp2,1 triliun, 2027 Rp1,1 triliun. Total 4,7 triliun," ucapnya saat rapat bersama DPR RI di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (18/2/2026).

Amran mengeklaim terdapat progres pemulihan sawah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Tanah longsoran di sejumlah kawasan itu diyakini tergolong subur dan humus.

Dengan demikian, Amran berujar, Kementan akan merapikan tanah longsor yang diproyeksikan untuk sawah. Kementan kemudian akan langsung menanam lahan tersebut.

"Bantuan yang kami kirim dan juga yang bagian tengah, kita sudah rehab irigasi, kemudian langsung tanam. Hari ini, kita sudah kirim dan penanaman kurang lebih 39.000 hektare," ucap dia.

Amran turut meyakini, kondisi saat ini di Sumatra cukup untuk menyediakan pasokan pangan bagi korban bencana di Sumatra selama tiga bulan ke depan.

"Insya Allah sektor pertanian khususnya pangan, ketersediaan pangan kita di lapangan cukup untuk tiga bulan ke depan," tuturnya.

Baca juga artikel terkait DAMPAK BANJIR BANDANG atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Siti Fatimah