tirto.id - Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Aceh mengimbau masyarakat yang kehilangan atau mengalami kerusakan buku nikah akibat bencana hidrometeorologi untuk segera melapor ke Kantor Urusan Agama (KUA) terdekat.
Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Azhari, mengatakan bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada akhir tahun lalu tidak hanya berdampak pada rumah warga, tetapi juga menyebabkan kerusakan serius pada fasilitas pelayanan publik, termasuk hampir seluruh kantor KUA di wilayah terdampak.
“Warga silakan lapor ke KUA. Nanti akan kita duplikat ulang jika ada yang datang melapor,” ujar Azhari di Banda Aceh, Selasa (21/1/2026).
Ia menjelaskan, langkah awal yang akan dilakukan Kemenag adalah melakukan pendataan ulang serta penelusuran arsip pernikahan bagi warga yang kehilangan buku nikah. Apabila data pernikahan masih tercatat dan dapat dibuktikan melalui file atau arsip di KUA setempat, maka Kemenag akan menerbitkan duplikat buku nikah.
“Solusi pertama adalah membuat duplikat dari file yang ada. Namun, karena buku nikah merupakan dokumen negara, penerbitannya tidak bisa dilakukan sembarangan. Harus dipastikan terlebih dahulu bahwa yang bersangkutan benar-benar tercatat di KUA daerah tersebut,” jelasnya.
Azhari menegaskan, meskipun masyarakat dipersilakan melapor, proses verifikasi tetap menjadi syarat utama untuk menjaga keabsahan dokumen negara.
Terkait pelayanan, Azhari menyebutkan bahwa aktivitas pelayanan di KUA saat ini sudah kembali berjalan meski dengan keterbatasan sarana dan prasarana.
Banyak peralatan kerja KUA yang rusak atau hilang akibat banjir, sehingga untuk sementara pencatatan administrasi masih dilakukan secara manual.
“Pelayanan sudah bisa normal kembali walaupun alat kerjanya belum lengkap. Kita lakukan pencatatan manual dulu,” katanya.
Ia menambahkan, Kemenag Aceh telah mulai menyalurkan bantuan peralatan kerja secara bertahap ke KUA terdampak. Setiap KUA mendapatkan bantuan awal berupa tiga meja dan kursi petugas, satu kursi panjang untuk tamu, serta satu lemari arsip.
“Ini merupakan langkah awal agar pelayanan kepada masyarakat bisa pulih kembali secara bertahap setelah bencana,” tutup Azhari.
==========
Kontributor: Nadim
Penulis: Nadim
Masuk tirto.id

































