tirto.id - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengunjungi calon lokasi Sekolah Rakyat di kompleks Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Pemprov Lampung, Senin (12/5/2025).
Ia didampingi oleh Wakil Gubernur Lampung dr. Jihan Nurlela dan anggota Komisi VIII DPR RI dari Dapil II Lampung, Aprozi Alam. Dalam kunjungan tersebut, Gus Ipul mengecek satu per satu fasilitas yang akan digunakan siswa sekolah rakyat.
"Ini adalah penyelenggaraan pertama (Sekolah Rakyat) di Lampung, insyaAllah jika nanti gedung khusus untuk Sekolah Rakyat sudah dibangun akan dialihkan ke sekolah tersebut," kata Gus Ipul.
Peninjauan lokasi ini merupakan bagian dari percepatan pelaksanaan program Sekolah Rakyat yang ditargetkan mulai berjalan pada tahun ajaran 2025/2026.
Gus Ipul menjelaskan untuk sementara Sekolah Rakyat menggunakan gedung yang sudah ada, guna akselerasi program.
Sekolah berkonsep asrama ini ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang termasuk dalam desil 1 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi dan Nasional (DTSEN). Sekolah ini akan dilengkap dengan fasilitas pendidikan untuk tiga jenjang sekaligus: SD, SMP, dan SMA.
Jumlah calon lokasi Sekolah Rakyat yang siap diverifikasi terus meningkat, dari 53 titik awal kini menjadi 65 titik di seluruh Indonesia. Saat ini proses rekrutmen guru, kepala sekolah, dan calon siswa juga telah dimulai, menurut Gus Ipul.
"Kita sedang menyelesaikan seluruh perencanaan dan juga secara simultan telah dimulai proses rekrutmen. Baik untuk kepala sekolah, untuk guru, untuk tenaga kependidikan lainnya, dan tentu untuk calon-calon siswa," katanya.
Penetapan siswa akan dilakukan setelah melalui proses verifikasi lapangan yang melibatkan pendamping PKH, Dinas Sosial, dan BPS. Hasil verifikasi tersebut kemudian disahkan oleh kepala daerah sebelum diteruskan ke Kementerian Sosial.
"Kami akan menetapkan calon siswa sebagaimana usulan kepala daerah (untuk) resmi menjadi siswa di Sekolah Rakyat," kata Gus Ipul.
Mengenai kesiapan infrastruktur di Lampung, Gus Ipul menilai bahwa fasilitas sementara di BPSDM sudah layak untuk digunakan. Namun, keputusan akhir tetap berada pada Kementerian Pekerjaan Umum yang akan melakukan survei terlebih dahulu.
"Kami hanya mengusulkan di titik-titik di mana sekolah rakyat bisa dimulai tahun ini. Nanti kemudian Kemen PU akan survei ke sini untuk menentukan layak tidaknya," kata dia.
Kompleks BPSDM yang direncanakan menjadi lokasi Sekolah Rakyat memiliki luas 8,6 hektare dan dilengkapi berbagai fasilitas memadai, termasuk asrama dengan 81 kamar. Setiap kamar mampu menampung tiga hingga empat siswa. Selain itu, tersedia dua ruang makan yang terletak di Gedung Latsar dan Gedung Sekincau.
Dari segi pembelajaran, sekolah ini dilengkapi enam ruang kelas, satu laboratorium bahasa berkapasitas 40 orang, dan satu laboratorium komputer dengan 30 unit komputer. Fasilitas pendukung lainnya mencakup dua ruang seminar di lantai atas yang masing-masing dapat menampung 20 peserta, serta satu aula yang difungsikan sebagai pusat kegiatan siswa.
Wakil Gubernur Lampung, dr. Jihan Nurlela, menyampaikan kompleks BPSDM siap beroperasi sebagai lokasi Sekolah Rakyat, sembari menunggu pembangunan sekolah tetap di kawasan Kota Baru.
"Tahun ini kami menyiapkan empat rombongan belajar (rombel) untuk siswa SMA, dari 100 siswa. Insya Allah akan siap menjadi calon siswa sekolah rakyat," katanya.
Dalam kesempatan ini anggota Komisi VIII DPR RI Aprozi Alam mengatakan akan mengawal program Sekolah Rakyat khususnya di Provinsi Lampung.
Ia berharap rantai kemiskinan di Provinsi Lampung dapat diputus melalui program Sekolah Rakyat.
"Mudah-mudahan tidak ada di Lampung, yang namanya miskin ekstrem tidak sekolah, tidak berpendidikan," kata dia
Program Sekolah Rakyat yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem dan memutus mata rantai kemiskinan. Melalui program ini, pemerintah berharap tidak ada lagi anak dari keluarga miskin ekstrem yang terpaksa putus sekolah di Indonesia.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id


































