tirto.id - Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf, mengungkapkan kementeriannya tengah melakukan pendalaman terkait fenomena 1,49 juta penerima bantuan sosial (bansos) terindikasi judi online (judol). Sejauh ini, ada temuan banyak KTP penerima bansos yang dimanfaatkan untuk judol.
"Ada fenomena KTP-KTP penerima bansos itu dimanfaatkan dan digunakan orang lain untuk membuat akun [judol],"ucap Saifullah kepada wartawan di gedung Kemensos, Jakarta Timur, Rabu (2/9/2026).
Berdasarkan temuan itu, Kemensos dengan dibantu Komdigi dan kepolisian berupaya menanggulangi masalah tersebut. Bahkan, beberapa pelaku judol sudah ditangkap aparat.
"Dan kita tahu beberapa kali polisi sudah menangkap pelaku-pelakunya itu yang kadang-kadang bukan, yang kadang-kadang juga WNI," imbuhnya.
Sementara itu, saat disinggung terkait kasus seorang lansia penerima bansos yang diduga terafiliasi judol di Pekalongan, menurutnya, proses pembaruan data masih bisa dilakukan.
"Tetapi karena ini kan sifatnya bulanan atau 3 bulanan, jadi sebenarnya masih sangat bisa diperbaiki, bisa dikoreksi," ucap Saifullah.
Dia juga mengingatkan perihal Inpres Nomor 4 Tahun 2025 tentang verifikasi dan validasi data penerima bansos yang diterbitkan Presiden Prabowo Subianto .
"Di mana data-data ini dikonsolidasikan dan semuanya dikumpulkan di BPS untuk dilakukan verifikasi dan validasi. Setelah itu, pemutakhiran dilakukan terus-menerus," ungkapnya.
“Kepada seluruh masyarakat, kami membuka partisipasi untuk bisa mengoreksi, untuk memperbaiki data-data ini dengan saluran-saluran yang sudah kami buat," kata Saifullah.
Lalu, terkait digitalisasi bansos, dirinya menyiapkan “agen-agen perubahan” dari masyarakat. Nanti, mereka bakal memberi pendampingan bagi para penerima manfaat yang terkendala dengan sistem digitalisasi ini.
“Kami ajak pendamping (dari) tokoh-tokoh masyarakat, relawan, yang mau mendampingi masyarakat untuk ikut mendampingi ketika ada digitalisasi bansos," ucapnya.
Jadi, kata Saifullah, sudah seharusnya layanan bansos bertransformasi digital. Lantas, pihaknya terus mengedukasi, mengajak masyarakat juga untuk melek teknologi. Dia memastikan keamanan data digital pun terjamin.
Menurutnya, ini jalan cepat yang bisa dilakukan untuk memperoleh data akurat.
"Seperti di Banyuwangi waktu kami uji coba pertama dulu, kami libatkan itu puluhan ribu agen-agen perubahan," lanjut Saifullah.
Penulis: Muhammad Nizar
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id


































