tirto.id - Polisi mengumumkan hasil identifikasi dari jenazah yang ditemukan nelayan di sekitar Pulau Enggano, Bengkulu Utara. Jenazah tersebut dipastikan sebagai salah satu dari rombongan kapal jurnalis yang hilang saat akan meliput Gunung Anak Krakatau (GAK), KM Arupadhatu 1.
Kapolda Banten, Irjen Hengki, menerangkan bahwa jenazah tersebut telah dicocokkan dengan data ante mortem delapan keluarga dalam kapal rombongan jurnalis, kemudian dinyatakan Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Bengkulu cocok dengan Yayat, putra kandung dari Surahman selaku ABK KM Arupadhatu 1.
"Hasil identifikasi berdasarkan hasil pemeriksaan DNA operasi DVI Pusdokkes Polri terhadap seorang mayat Mr. X yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu bahwa secara genetik PM/62/P.ENGGANO/01 itu kode jenazah Mr. X tadi, teridentifikasi sebagai Surakman atau ABK kapal, ayah biologis dari Tuan Yayat," kata Hengki dalam konferensi pers di Polda Banten sebagaimana disiarkan di YouTube, Rabu (23/9/2026).
Dia menerangkan, saat ini jenazah masih di RS Bhayangkara Polda Bengkulu untuk disiapkan pemberangkatannya ke Banten. Jenazah akan dikirim via udara melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, besok, Kamis (24/9/2026).
Menurut Hengki, jenazah ini sendiri ditemukan pada hari kelima pencarian, lalu dilakukan proses identifikasi selama 10 hari hingga akhirnya keluar pada 22 September 2026.
Lebih lanjut, Hengki menerangkan, selain DNA, pakaian pada jenazah juga identik dengan apa yang dikenakan Surakman terakhir. Dengan demikian, proses selanjutnya adalah penyerahan jenazah kepada keluarga.
"Kemudian jenazah akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Ki Demang, Carita," ungkap Hengki.
Hengki menjelaskan, tim SAR gabungan memang sudah mengumumkan kepada warga di sekitar perairan Bengkulu untuk segera melapor apabila menemukan jenazah selama proses pencarian. Hal ini berkaca dari adanya peristiwa serupa yang menimpa kelompok penyelam dan ditemukan di perairan Bengkulu.
"Oleh karanya, dengan ada penemuan tersebut, berdasarkan dari pengalaman beberapa tahun yang lalu, ada yang juga ada tiga yang pernah penyelam dan salah satunya ditemukan di daerah Bengkulu. Oleh karenanaya, kami Biddokkes Polda Banten dan saya selaku Kapolda berkoordinasi dengan Kapolda Bengkulu untuk penemuan Mr. X yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu untuk diamankan," ucap dia.
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id


































