tirto.id - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, membeberkan sejumlah hasil retret yang dilaksanakan di kediaman Presiden Prabowo Subianto, di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, hari ini, Selasa (6/1/2026) sejak siang hingga malam.
Prasetyo menuturkan, setelah istirahat selesai pascamagrib, paparan dilanjutkan oleh Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman; Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono; Menteri Sosial, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul; Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia; dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo.
Dalam paparan kepada Prabowo dan jajaran Kabinet Merah Putih, Gus Ipul menjelaskan bahwa saat ini sudah beroperasi 166 Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia. Pada 2026, proses pembangunan Sekolah Rakyat di 104 titik bakal dilanjutkan.
"Selanjutnya, Menteri ESDM melaporkan kinerja pencapaian target lifting minyak yang sesuai dengan target APBN, yakni sebesar 600 ribu barel per hari (bph)," kata Prasetyo dalam keterangan pers usai retret, Selasa (6/1/2026) malam.
Sedangkan untuk 2026, sejumlah strategi telah dirancang untuk mencapai target lifting yang sebesar 610.000 bph. Strategi yang akan digunakan termasuk melalui eksplorasi dan penemuan sekitar 75 blok minyak baru.
"Diharapkan pada bulan depan blok-blok tersebut sudah dapat dilelang guna mempercepat penambahan produksi minyak nasional," tambah Pras, sapaan Prasetyo.
Kemudian, Bahlil juga melaporkan perhatian khusus Presiden Prabowo Subianto terkait masih adanya 5.700 desa yang hingga saat ini belum teraliri listrik. Ia melaporkan, sekitar 1.400 desa telah berhasil dialiri listrik pada tahun 2025.
"Oleh karena itu, Bapak Presiden meminta percepatan agar seluruh 5.700 desa tersebut dapat teraliri listrik sesegera mungkin," kata dia membeberkan pesan Prabowo kepada Bahlil.
Paparan kemudian dilanjutkan oleh Menteri Luar Negeri, Sugiono terkait kondisi dan situasi di Gaza. Terkait hal ini, ia mengklaim bahwa pemerintah Indonesia terus mengikuti perkembangan rencana pengiriman pasukan perdamaian ke wilayah tersebut.
Selanjutnya, paparan ditutup oleh Kapolri yang menyampaikan kondisi sosial dan keamanan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sepanjang tahun 2025 yang relatif stabil. Pun, ia turut melaporkan penanganan berbagai kasus di masyarakat, termasuk kasus terorisme yang mengancam keamanan, serta langkah antisipasi untuk tahun 2026.
"Bapak Presiden kemudian menutup rangkaian retreat dengan sejumlah penekanan," beber Pras.
Pria yang karib disapa Pras ini menyatakan, di awal tahun 2026 ini Prabowo juga menegaskan kepada para pembantunya untuk melakukan percepatan berbagai program, termasuk hilirisasi. Kemudian, ia juga menekankan pentingnya penguatan kerja sama lintas kementerian untuk mencapai program-program besar di tahun 2026.
Dalam hal ini, orientasi kerja harus sepenuhnya didasarkan pada kepentingan bangsa dan negara serta masyarakat, dengan meninggalkan kepentingan pribadi dan ego sektoral. Apabila terjadi permasalahan, seluruh pihak diminta segera mencari titik temu agar program dapat berjalan dengan baik.
"Selain itu, Presiden menegaskan bahwa seluruh jajaran harus bekerja cepat, cerdas, tidak normatif, dan mampu berpikir out of the box untuk menemukan terobosan-terobosan demi percepatan pencapaian program nasional," sambung dia.
Terakhir, Presiden juga memutuskan untuk membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di tiga provinsi: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Tito Karnavian Hendris, ditunjuk sebagai Kepala Satgas, dengan didampingi Wakil Ketua Satgas Richard Tampubolon, serta Dewan Pengarah yang diketuai oleh Menteri Koordinator Bidang PMK, Pratikno.
"Kurang lebih selama delapan jam, retreat yang dipimpin langsung oleh Bapak Presiden dalam rangka memberikan pembekalan kepada seluruh jajaran Kabinet Merah Putih telah selesai dilaksanakan," pungkas Pras.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id


































