tirto.id - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Mochammad Irfan Yusuf atau Gus Irfan, meminta agar para pejabat di kementeriannya tak lama beradaptasi dan menyesuaikan diri. Sebab, katanya, penyelenggaraan ibadah haji 2026 sudah semakin dekat.
Hal itu disampaikan Irfan saat memberikan sambutan saat pelantikan pejabat struktural Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia di Masjid Al-Ikhlas, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI, Thamrin, Jakarta, Rabu (26/11/2025).
“Tidak ada ruang untuk berlama-lama menyesuaikan diri. Hari ini proses haji sudah berjalan sejak bulan Juli kemarin. Tidak ada kemewahan untuk berdiam diri dan berjalan pelan-pelan,” ujar Irfan, Rabu (26/11/2025).
Irfan menilai, setiap keputusan yang diambil akan mempengaruhi kelancaran dalam ibadah haji pada tahun-tahun mendatang. Oleh karena itu, setiap orang dituntut untuk bekerja dengan gesit dan tepat.
“Tugas saudara tidak hanya teknis administratif, tetapi juga tugas moral dan sosial, memastikan bahwa kementerian ini bergerak cepat, tepat, dan penuh integritas,” tutur Gus Irfan.
“Karena kita mengurus ibadah yang melibatkan nyawa, keselamatan, kenyamanan, dan pengalaman spiritual berjuta-juta orang,” lanjutnya.
Lebih jauh, Irfan juga meminta agar para pejabat yang dilantik dapat berpikir strategis dan dapat berpikiran secara luas, termasuk agar dapat berinovasi dan berkoordinasi dengan baik kepada semua pihak.
“Menjadi teladan integritas, karena satu ketidaktepatan saja dapat merusak kepercayaan publik. Satu dari bapak, ibu, sekalian yang melakukan pelanggaran maka seperti disampaikan tadi, taruhannya seluruh lembaga, seluruh institusi,” jelasnya.
Sebagai informasi, pelantikan pejabat eselon I dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 185/TPA Tahun 2025 tentang Pengangkatan Dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Madya di Lingkungan Kementerian Haji dan Umrah.
Berikut nama-nama pejabat yang dilantik:
1. Sekretaris Jenderal: Teguh Dwi Nugroho;
2. Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah: Puji Raharjo;
3. Direktur Jenderal Pelayanan Haji: Ian Heriyawan;
4. Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah: Jaenal Effendi;
5. Direktur Jenderal Pengendalian Penyelenggaraan Haji dan Umrah: Harun Al Rasyid;
6. Inspektur Jenderal: Dendi Suryadi;
7. Staf Ahli Bidang Manajemen dan Transformasi Layanan Publik: Ramadhan Harisman.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id






























