tirto.id - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Mochammad Irfan Yusuf atau Gus Irfan, menyatakan siap mengundurkan diri dari jabatannya bila ada pegawai di Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) yang terbukti melakukan pelanggaran.
"Saya akan juga ikut mengundurkan diri jika memang terbukti anak-anak buah saya melakukan pelanggaran," kata Gus Irfan dalam pidatonya usai melantik pejabat di Kementerian Haji dan Umrah di Masjid Kementerian Agama, Jakarta, Rabu (26/11/2025).
Mulanya, Gus Irfan menyebut terdapat tunduhan beragam yang disampaikan kepada kementerian haji dari sejumlah pihak. Hal ini pun, kata dia, telah disikapi oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak.
“Saya juga melakukan hal yang sama dengan gaya yang berbeda,” katanya.
Dia pun meminta agar setiap pelanggaran yang ditemukan dilaporkan kepada penegak hukum, apalagi pelanggaran itu memiliki bukti yang kuat.
“Dan kami akan sangat terbuka jika aparat penegak hukum ingin menyelidikinya. Dan jika memang nanti terbukti orang-orang kami di kementerian haji melakukan pelanggaran, kecurangan dan sebagainya, silahkan dihukum,” katanya.
Selain hukuman terhadap pegawainya, Irfan siap mempertanggungjawabkan perbuatan pegawainya, termasuk menyatakan kesiapannya untuk mundur sebagai Menteri Haji dan Umrah.
“Tidak elok kalau mereka dihukum, saya tidak. Karena itu, saya akan juga ikut mengundurkan diri jika memang terbukti anak-anak buah saya melakukan pelanggaran,” tutur Gus Irfan.
Dia kemudian mengingatkan para pejabat baru bahwa mereka tidak hanya membawa nama baik pribadi dan keluarga, tetapi juga nama baik institusi dan pimpinan. Kata dia, setiap keputusan harus berada di rel yang benar.
“Sehingga mari semua putusan, semua tindakan, semua kebijakan kita harus sesuai dengan rel, sesuai dengan aturan yang kita tetapkan. Namun inilah konsekuensi dari amanah yang mulia, mengurus perjalanan suci jutaan umat,” beber Gus Irfan.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id

































