tirto.id - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf, mengatakan sebanyak 345 calon jemaah haji Indonesia gagal berangkat pada musim haji tahun ini. Para calon jemaah ini sudah masuk embarkasi, tapi tidak lolos istitha’ah kesehatan.
"345 jemaah ini hampir satu kloter, ini menunjukkan bahwa kita memang serius dalam menegakkan istitha’ah kesehatan," kata pria yang akrab disapa Gus Irfan saat acara Konsolidasi Akbar PPIH Arab Saudi jelang Armuzna, Minggu malam (24/5/2026).
Langkah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) ini selaras dengan data Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah. Berdasarkan data per Sabtu (24/5/2026), tercatat sebanyak 130 jemaah dirawat di rumah sakit yang ada di Arab Saudi. Jumlah tersebut turun drastis dibandingkan periode yang sama pada musim haji tahun lalu yang mencapai 400 jemaah.
Pria yang akrab disapa Gus Irfan ini mengatakan penurunan angka jemaah yang dirawat salah satunya dipengaruhi penerapan istitha’ah kesehatan yang lebih ketat di Tanah Air.
“Sehingga hari ini yang dirawat turun drastis, yang meninggal juga turun drastis,” ujar Gus Irfan usai berkunjung ke KKHI Makkah di Aziziyah, Sabtu (23/5/2026).
Dalam kunjungannya ke KKHI Aziziyah, Gus Irfan bersama tim Amirulhaj meninjau langsung kesiapan tenaga kesehatan serta pelayanan kesehatan yang telah berjalan selama musim haji.
“Hari ini, kami memang sengaja datang ke KKHI untuk memastikan kesiapan teman-teman kesehatan haji Indonesia, bagaimana pelayanannya selama musim haji yang sudah berlangsung hampir satu bulan ini, dan terutama persiapan untuk Armuzna nanti,” kata dia.
Cucu pendiri NU ini mengakui terdapat tantangan terkait regulasi kesehatan di Arab Saudi yang dinamis dan cukup ketat. Namun, menurut dia, tenaga kesehatan Indonesia mampu menyesuaikan diri tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada jemaah.
Untuk mendukung pelayanan saat puncak haji, pemerintah Indonesia juga menyiapkan sejumlah klinik darurat di titik-titik Armuzna. Selain itu, koordinasi dengan rumah sakit Arab Saudi juga diperkuat guna menangani pasien yang membutuhkan rujukan lanjutan.
Gus Irfan mengatakan total tenaga kesehatan yang disiapkan selama operasional haji tahun ini mencapai lebih dari 1.200 orang. Setiap kelompok terbang (kloter) didampingi satu dokter dan satu perawat, serta didukung ratusan tenaga kesehatan lain di berbagai titik pelayanan.
Penulis: Abdul Aziz
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id






























