Mengenal Stroke Ringan, Gejala dan Faktor Penyebabnya

Oleh: Yulaika Ramadhani - 12 Oktober 2018
“Itu hanya sementara, stroke yang sementara, tapi itu menjadi warning sign, awas ada sumbatan."
tirto.id - Stroke merupakan salah satu penyakit yang paling banyak diderita di Indonesia.

Dokter spesialis saraf, Dr. dr. Retnaningsih, Sp.S(K), KIC menjelaskan kita perlu mewaspadai stroke ringan yang kerap terjadi.

Stroke ringan adalah salah satu yang harus diperhatikan salah satunya adalah stroke ringan atau Transient Ischaemic Attack (TIA). Meskipun hanya sementara, serangan ini merupakan tanda awal stroke.

“Itu hanya sementara, stroke yang sementara, tapi itu menjadi warning sign, awas ada sumbatan, kemudian lancar lagi. Tapi kan itu tanda awal stroke. Jadi itu orang yang pernah Transient Ischaemic Attack atau TIA itu punya kecenderungan untuk stroke beneran. Jadi [yang mengalami] TIA tadi tetap harus kita rawat,” tutur Retna.

Ia mengatakan, orang yang pernah mengalami stroke ringan harus mencari faktor risiko terjadinya serangan agar bisa menjalani pengobatan segera.

Beberapa faktor yang dapat mendorong terjadinya stroke ringan adalah darah tinggi, hipertensi, diabetes, hiperkolesterol, dan asam urat.

Laman NHS Inggris Raya menerangkan bahwa pada kasus stroke ringan, penyumbatan di otak hanya terjadi sebentar dan suplai darah akan kembali normal sebelum ada kerusakan. Sumbatan itu biasanya disebabkan karena gumpalan darah yang terbentuk pada organ tubuh yang lain dan turut serta dalam aliran darah yang menuju ke otak. Gumpalan itu bisa diakibatkan oleh lemak maupun gelembung udara.

Risiko seseorang untuk mengalami penyakit ini dapat meningkat seiring dengan bertambahnya usia, karena penyempitan arteri secara alami.

Stroke adalah gangguan klinis yang terjadi pada fungsi serebral, dengan gejala yang berlangsung selama 24 jam atau lebih dan dapat menyebabkan kematian.

Terdapat sejumlah faktor yang dapat mempercepat proses dari penyempitan itu, yakni merokok, hipertensi, obesitas, kadar kolesterol tinggi, diabetes, konsumsi alkohol berlebihan, atau detak jantung yang tak teratur.


Baca juga artikel terkait STROKE atau tulisan menarik lainnya Yulaika Ramadhani
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Yulaika Ramadhani
Editor: Yulaika Ramadhani
DarkLight