Menuju konten utama

Mendagri Tinjau BSPS Kendari, Tegaskan Kehadiran Pemerintah

Pemerintah meningkatkan bantuan perumahan di Sulawesi Tenggara pada 2026. Mendagri meninjau langsung pelaksanaan program di Kendari.

Mendagri Tinjau BSPS Kendari, Tegaskan Kehadiran Pemerintah
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian saat meninjau lokasi Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (29/5/2026). foto/Dok. Kemendagri
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Komitmen bahwa negara hadir untuk rakyat perlu diwujudkan melalui langkah-langkah nyata. Karena itu, pemerintah harus turun langsung ke tengah masyarakat untuk memahami kebutuhan mereka secara riil. Dengan cara tersebut, masyarakat dapat merasakan secara langsung manfaat program pemerintah dalam kehidupan sehari-hari.

Hal tersebut disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian saat meninjau lokasi Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (29/5/2026).

"Di sinilah kita ingin merubah cara berpikir kita agar masyarakat yang betul-betul mengharapkan tangan dari pemerintah itu betul-betul mereka menemukan tangan itu," ujar Tito Karnavian.

Dalam kunjungan tersebut, Mendagri menjelaskan bahwa kehadirannya bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan program prioritas Presiden Prabowo Subianto di sektor perumahan berjalan optimal dan tepat sasaran.

Ia menyebutkan, alokasi bantuan perumahan di Sulawesi Tenggara pada 2026 meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada 2025 program tersebut hanya menjangkau 1.129 unit rumah, maka pada 2026 jumlah penerima bantuan meningkat menjadi 8.973 unit rumah. Setiap rumah mendapatkan bantuan senilai Rp20 juta untuk peningkatan kualitas hunian.

Khusus di Kota Kendari, pemerintah menargetkan rehabilitasi 548 unit rumah yang dihuni masyarakat berpenghasilan sekitar Rp1 juta per bulan.

Menurut Mendagri, program renovasi rumah tidak layak huni dan pembangunan perumahan yang tengah dijalankan pemerintah merupakan salah satu program terbesar yang pernah ia saksikan selama menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri.

"Sepertinya selama saya jadi Mendagri, baru kali ini ada program yang betul-betul besar untuk membantu rakyat yang rumahnya tidak layak, termasuk juga membangun perumahan," tegasnya.

Lebih lanjut, Tito mengapresiasi arahan Presiden Prabowo Subianto serta langkah Menteri PKP yang aktif turun ke lapangan untuk meninjau langsung kondisi permukiman masyarakat berpenghasilan rendah. Menurutnya, pendekatan tersebut penting untuk memastikan bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan warga.

"Kita doakan saja tahun depan dan tahun-tahun selanjutnya program ini berlanjut dan bertambah terus supaya masalah yang ada, yang kita sebut dengan backlog, masalah yang ada baik orang yang tidak punya rumah maupun tidak layak huni ini makin lama makin berkurang," pungkasnya.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis