Menuju konten utama

Pembangunan Sekolah Rakyat di Landak Berpeluang Masuk Tahap III

Kabupaten Landak berpeluang menjadi salah satu lokasi pembangunan Sekolah Rakyat tahap III yang proses tendernya dimulai pada Oktober 2026.

Pembangunan Sekolah Rakyat di Landak Berpeluang Masuk Tahap III
Audiensi Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dengan Bupati Landak Karolin Margret Natasa di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Rabu (29/7/2026). (FOTO/dok.Kemensos)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kementerian Sosial (Kemensos) segera menindaklanjuti usulan Sekolah Rakyat Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, setelah pemerintah daerah melengkapi persyaratan administrasi lahan. Realisasi usulan itu berpeluang masuk dalam pembangunan Sekolah Rakyat Tahap III yang ditargetkan berproses mulai Oktober mendatang.

Perkembangan ini dibahas saat Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menerima audiensi Bupati Landak Karolin Margret Natasa di Kantor Kemensos, Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Landak sebenarnya sudah diajukan pada 2025 lalu. Namun, lahan yang disiapkan berada di kawasan hutan kota sehingga usulan itu dinilai tak memenuhi ketentuan.

Setelah penyesuaian tata ruang disahkan, Pemerintah Kabupaten Landak mengajukan lagi usulan yang sama dan menyerahkan seluruh dokumen persyaratan kepada Kemensos.

Lahan yang diusulkan untuk lokasi Sekolah Rakyat di Landak seluas 9 hektare dan telah bersertifikat atas nama Pemkab Landak. Lokasinya dipilih di kawasan ibu kota kabupaten agar mudah dijangkau masyarakat serta didukung infrastruktur memadai, mulai dari akses jalan, jaringan listrik, ketersediaan air bersih, hingga kedekatan dengan fasilitas kesehatan.

"Kami memang ingin lokasinya berada di tengah kota. Kalau bangunan semegah itu ditaruh di tengah hutan kan sayang. Dan aksesnya jangan sampai sulit," ujar Karolin.

Kabupaten yang dihuni lebih dari 400 ribu penduduk itu masih memiliki tingkat kemiskinan sekitar 8 persen. Berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), ada 9.802 penduduk Landak yang berada di kategori Desil 1 dan 10.992 lainnya di Desil 2.

"Kalau bicara perlu Sekolah Rakyat, kami termasuk salah satu kabupaten yang memang sangat memerlukan. Karena itu kami berharap usulan ini dapat dipertimbangkan pada tahap pembangunan berikutnya," kata Karolin.

Dalam pertemuan tersebut, Agus Jabo menanyakan sejumlah aspek kesiapan lokasi, mulai dari legalitas kepemilikan lahan, aksesibilitas, ketersediaan utilitas dasar, hingga potensi risiko bencana.

Pemerintah Kabupaten Landak memastikan seluruh aspek tersebut telah dipenuhi. Lahan telah bersertifikat atas nama pemerintah daerah, berada di dekat jalan utama, memiliki akses air bersih dan listrik, serta tidak berada di kawasan yang rawan bencana.

Setelah pembahasan, Agus Jabo menilai Kabupaten Landak berpeluang menjadi salah satu lokasi pembangunan Sekolah Rakyat Tahap III yang direncanakan memasuki proses tender pada Oktober mendatang.

"Yang jelas syarat administrasinya sudah selesai. Berkasnya nanti diterima oleh Sekretariat Bersama SR untuk dikoordinasikan dengan Kementerian PU. Mudah-mudahan Landak bisa ikut Tahap III yang rencananya memasuki proses tender pada Oktober," ujar Agus Jabo.

Pemkab Landak Diminta Segera Lakukan Pematangan Lahan

Pada kesempatan yang sama, perwakilan Sekretariat Bersama Sekolah Rakyat, Herman, meminta Pemerintah Kabupaten Landak segera menuntaskan komitmen pematangan lahan agar tahapan berikutnya dapat berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

"Kalau bisa kesiapan pematangan lahannya ditandatangani hari ini," kata Herman.

Menjawab permintaan itu, Karolin menegaskan Pemkab Landak siap memenuhi komitmen, termasuk menyelesaikan pematangan lahan sebelum pekerjaan konstruksi dimulai.

“Kontur tanah di Kalimantan memang membutuhkan pematangan lahan. Tapi kami siap membereskannya. Yang penting ketika kontraktor datang bekerja, kami siap mendukung semampu kami,” katanya.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis