Menuju konten utama

Mendagri Akan Gelar Rapat dengan Kepala Daerah Bahas Program MBG

Rapat tersebut dijadwalkan akan digelar besok, Senin (30/9/2025) pagi secara daring pada pukul 08.00 WIB.

Mendagri Akan Gelar Rapat dengan Kepala Daerah Bahas Program MBG
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memberikan paparan saat mengikuti rapat kerja bersama Komisi II DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (15/9/2025). Komisi II DPR menyetujui pagu anggaran definitif Kementerian ATR/BPN tahun 2026 sebesar Rp9,49 triliun, sedangkan untuk Kementerian Dalam Negeri sebesar Rp7,8 triliun. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/YU

tirto.id - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan akan menggelar rapat bersama seluruh kepala daerah dan juga dinas-dinas terkait untuk membahas evaluasi dan penguatan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). Rapat tersebut dijadwalkan akan digelar besok, Senin (30/9/2025) pagi secara daring pada pukul 08.00 WIB.

"Besok, kami dari Kemendagri akan zoom meeting dengan seluruh kepala daerah, kepala dinas kesehatan, kepala dinas pendidikan, serta sekda [sekretaris daerah]," kata Tito dalam konferensi pers usai rapat koordinasi (rakor) lintas kementerian membahas program MBG di Kantor Kemenkes, Jakarta Selatan, Minggu (28/9/2025).

Tito mengatakan rapat tersebut akan dihadiri Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang serta Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.

“Tadi kan ada UKS, unit kesehatan sekolah, di samping itu ada juga sertifikat layak higienis dan sanitasi itu kan melibatkan dinas kesehatan,” kata Tito.

Untuk diketahui, permasalahan dalam program MBG tengah menjadi perbincangan hangat di masyarakat akibat kasus keracunan yang kian bertambah. Pimpinan BGN menyebut kasus-kasus tersebut disebabkan banyaknya dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak patuh terhadap standar prosedur operasional.

Hingga Jumat (26/9/2025), BGN telah menutup sekitar 40 dapur yang tidak menjalankan SOP. Penutupan dapur bermasalah itu akan terus dilakukan hingga waktu yang belum ditentukan.

Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyebut selama periode 6 Januari hingga 31 Juli 2025, terbentuk 2.391 SPPG dengan 24 kasus kejadian. Sementara pada 1 Agustus hingga 27 September 2025 bertambah 7.244 SPPG dengan 47 kasus kejadian.

Dia menyampaikan bahwa jumlah SPPG yang telah beroperasi hingga saat ini mencapai 9.615 unit.

"Capaian jumlah SPPG yang operasional telah mencapai 9.615 dan telah melayani kurang lebih 31 juta penerima manfaat," kata Dadan.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Farida Susanty