Menuju konten utama
Tirto & NU Online

Membawa Bendera Islam di Luar Perang Tak Diajarkan Rasulullah

Rasulullah menggunakan bendera hanya di medan perang. Di luar itu, ia tak melakukannya dan para sahabat tidak mencontohkannya.

Membawa Bendera Islam di Luar Perang Tak Diajarkan Rasulullah
Bendera yang diklaim ISIS sebagai "bendera Rasulullah", tapi penggunannya menyimpang dari apa yang diajarkan Rasulullah. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

tirto.id - Rasulullah dan para sahabatnya tidak memakai bendera dalam acara-acara yang mengumpulkan orang banyak. Para ulama juga tidak menyarankan hal itu. Karena itu wajar jika banyak umat zaman ini yang merasa asing dengan bendera-bendera yang kerap digunakan beberapa kelompok Islam kala berdemonstrasi.

Bendera-bendera hanya digunakan Rasulullah ketika berada di medan perang. Ada yang diikat di ujung tombak, ada yang dipakai di atas kepala pemimpin perang, dan ada pula yang dikibarkan di lokasi pejabat negara yang ikut serta memantau peperangan.

Syekh Ibnu Batthal, salah satu pakar hadis penyarah Shahih Bukhari, mengatakan:

"Redaksi 'Aku akan memberikan ar-Râyah' [dalam sebuah hadis] menggunakan awalan alif dan lam menunjukkan bahwa memakai bendera termasuk tradisi Nabi dalam peperangan-peperangannya. Maka seyogianya jejak beliau diikuti dalam hal itu.”

Dari keterangan Syekh Ibnu Batthal bisa disimpulkan tradisi membawa “bendera Islam” di luar konteks peperangan bukan hal yang diajarkan Rasulullah atau dicontohkan para sahabat. Pemakaian bendera di luar konteks yang disunahkan justru akan membuat bendera tersebut berubah fungsi menjadi simbol lain bagi kelompok pembawanya.

Penjelasan lebih lanjut bisa disimak dalam artikel di bawah ini.

Baca juga artikel terkait SEJARAH ISLAM atau tulisan lainnya dari Ivan Aulia Ahsan

tirto.id - Sosial budaya
Penulis: Ivan Aulia Ahsan
Editor: Zen RS