Menuju konten utama

Media Asing Soroti Suahasil Nazara Gantikan Purbaya Jadi Menkeu

Media asing menilai Suahasil Nazara berpeluang meredakan kekhawatiran investor, tetapi tetap menghadapi tantangan menjaga disiplin fiskal.

Media Asing Soroti Suahasil Nazara Gantikan Purbaya Jadi Menkeu
Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kiri) berjabat tangan dengan Pejabat lama Purbaya Yudhi Sadewa (kanan) seusai serah terima jabatan Menteri Keuangan di Kemenkeu, Jakarta, Selasa (15/9/2026). Suahasil Nazara menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan usai dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin (14/9). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/agr
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto melakukan pergantian posisi Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara pada Senin (14/9/2026).

Hal itu menjadi perhatian sejumlah media asing yang sama-sama menyoroti pengangkatan Suahasil sebagai langkah yang berpotensi meredakan kekhawatiran investor terhadap arah kebijakan ekonomi Indonesia.

Suahasil dinilai sebagai sosok teknokrat yang berpengalaman dan familiar bagi pasar karena telah lama berkarier di Kementerian Keuangan, termasuk menjabat sebagai wakil menteri sejak 2019 dan sebelumnya memimpin Badan Kebijakan Fiskal.

Media-media tersebut juga menyoroti tantangan yang menanti Suahasil, yakni menjaga disiplin fiskal dan kredibilitas APBN sekaligus tetap menjalankan berbagai agenda pertumbuhan dan program prioritas pemerintah.

Sorotan Media Asing soal Suahasil Gantikan Purbaya

Berikut sorotan dari sejumlah media asing terkait pergantian posisi menteri keuangan:

1. Reuters

Reuters menilai pergantian Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada wakilnya, Suahasil Nazara, berpotensi meredakan kekhawatiran investor terhadap kredibilitas kebijakan ekonomi Indonesia.

Pengangkatan Suahasil, yang telah menjadi wakil menteri keuangan sejak 2019 dan dikenal sebagai teknokrat yang berpengalaman, dinilai dapat menciptakan kebijakan fiskal yang lebih stabil dan mudah diprediksi.

Sejumlah analis yang dikutip Reuters bahkan menyebut pergantian tersebut sebagai langkah positif bagi pasar maupun lembaga pemeringkat karena Suahasil sudah dikenal oleh investor.

“Mengganti menteri keuangan adalah langkah yang baik. Pasar seharusnya menyukainya dan lembaga pemeringkat pasti sudah tahu dan menyukai Nazara,” kata Richard Borsuk, asisten senior di Sekolah Studi Internasional S. Rajaratnam Singapura di Universitas Teknologi Nanyang.

"Menteri keuangan yang baru telah bekerja sama erat dengan Sri Mulyani selama bertahun-tahun dan pastinya telah banyak belajar darinya," tambah Borsuk.

Penunjukan itu juga dipandang sebagai sinyal bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mungkin mulai bergerak menjauh dari kebijakan yang dinilai lebih populis dan intervensionis.

Penilaian tersebut tidak terlepas dari sorotan terhadap satu tahun masa jabatan Purbaya. Di satu sisi, periode Purbaya ditandai dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai level tertinggi dalam tiga tahun.

Namun, di sisi lain, pemerintah mencatat defisit anggaran yang lebar, sedangkan Fitch dan Moody's menurunkan prospek peringkat kredit Indonesia menjadi negatif di tengah kekhawatiran mengenai disiplin fiskal dan kebijakan yang dianggap sulit diprediksi.

Gaya Purbaya yang terbuka serta sejumlah kebijakan tidak konvensional juga dinilai belum mampu sepenuhnya menenangkan pasar. Reuters mencatat, pergantian Purbaya terjadi hanya sekitar enam minggu setelah pergantian Gubernur Bank Indonesia, sehingga rangkaian perubahan tersebut menjadi perhatian investor.

Meski demikian, sejumlah analis mengingatkan agar penunjukan Suahasil tidak langsung dianggap sebagai perubahan arah kebijakan secara fundamental karena keputusan fiskal pada akhirnya tetap sangat bergantung pada Presiden Prabowo.

Reuters juga menyoroti tantangan yang akan dihadapi Suahasil setelah menduduki posisi Menteri Keuangan. Ia harus menjaga kredibilitas APBN sekaligus tetap mendukung program-program unggulan Prabowo, dengan berkomitmen mempertahankan defisit anggaran di bawah batas 3 persen dari PDB.

Suahasil juga perlu menentukan keberlanjutan sejumlah kebijakan Purbaya, termasuk penempatan dana cadangan pemerintah di bank-bank umum milik negara.

2. The Straits Times

The Straits Times melihat pergantian Purbaya Yudhi Sadewa dengan Suahasil Nazara sebagai langkah yang sudah lama dinantikan, tetapi eksekusinya berlangsung cukup mendadak.

Media Singapura tersebut menyoroti posisi Suahasil sebagai birokrat senior yang telah lama berada di Kementerian Keuangan, mulai dari memimpin Badan Kebijakan Fiskal (BKF) pada 2016-2019 hingga menjadi wakil menteri keuangan sejak pemerintahan sebelumnya.

Setelah dilantik pada 14 September, Suahasil menegaskan bahwa kehadirannya bukan untuk mengubah arah kebijakan, melainkan melanjutkan kebijakan yang sudah berjalan. Pernyataan itu dinilai penting untuk menenangkan pasar sekaligus menunjukkan bahwa Suahasil ingin menjaga kredibilitas APBN dan komunikasi pemerintah.

The Straits Times juga mengaitkan pencopotan Purbaya dengan persoalan yang berkembang di internal Kementerian Keuangan. Menurut sejumlah ekonom yang diwawancarai media tersebut, konflik internal dalam beberapa bulan terakhir diduga menjadi salah satu faktor yang mempercepat pergantian menteri.

Selain persoalan internal, The Straits Times menilai Suahasil menghadapi tantangan besar untuk membuktikan bahwa pergantian menteri benar-benar dapat memperbaiki pengelolaan fiskal Indonesia.

Pertumbuhan ekonomi selama setahun kepemimpinan Purbaya berada di kisaran 5 persen, masih jauh dari target jangka panjang Prabowo sebesar 8 persen, sedangkan pemerintah tetap harus membiayai berbagai program prioritas seperti program makan bergizi gratis (MBG) dan koperasi desa Merah Putih (KDMP).

Sejumlah ekonom melihat pengangkatan Suahasil sebagai sinyal bahwa pemerintah ingin kembali pada pengelolaan fiskal yang lebih disiplin, kredibel, dan terarah.

3. Financial Times

Financial Times (FT) menyoroti respons pasar dan kekhawatiran investor terhadap ketidakpastian arah kebijakan ekonomi Indonesia.

Setelah dilantik, Suahasil berjanji menjaga kesehatan dan kredibilitas APBN serta mempertahankan defisit di bawah batas legal 3 persen dari PDB.

Pernyataan bahwa pergantian tersebut merupakan kelanjutan, bukan perubahan arah kebijakan, juga menjadi pesan kepada pasar bahwa pemerintah berupaya menjaga kesinambungan pengelolaan keuangan negara.

Namun, FT menilai pergantian tersebut memiliki dua sisi bagi investor. Di satu sisi, pasar saham Indonesia langsung merespons positif setelah pengangkatan Suahasil diumumkan. IHSG yang sempat anjlok 2,5 persen kemudian memangkas kerugian dan ditutup hanya turun 0,1 persen.

Suahasil dianggap lebih familiar dan konservatif dibandingkan Purbaya, terutama karena memiliki akar yang kuat di Kementerian Keuangan dan pengalaman panjang dalam kebijakan fiskal.

Di sisi lain, investor dapat melihat pergantian menteri yang berlangsung setelah hanya satu tahun sebagai bukti bahwa ketidakpastian kebijakan masih menjadi persoalan di era Prabowo.

FT mengingatkan bahwa saham-saham di Bursa Jakarta memang mulai stabil dalam beberapa pekan terakhir, tetapi secara keseluruhan telah kehilangan sekitar seperempat nilainya sepanjang tahun dan menjadi salah satu pasar saham dengan kinerja terburuk di dunia.

Purbaya sendiri ditunjuk pada September 2025 setelah pencopotan mendadak Sri Mulyani Indrawati, sosok yang dihormati dan selama bertahun-tahun dikenal investor asing karena disiplin fiskalnya.

Selama menjadi menteri, Purbaya justru dinilai kurang mampu membangun kepercayaan pasar karena mendorong kebijakan fiskal yang lebih longgar, mengkritik BI terkait pelemahan rupiah, serta mendukung target Prabowo untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi menjadi 8 persen dari sekitar 5 persen saat ini.

Kekhawatiran investor juga dipengaruhi oleh besarnya biaya kebijakan kesejahteraan pemerintah, meningkatnya intervensi negara dalam perekonomian, serta potensi penurunan peringkat Indonesia oleh MSCI.

Dalam konteks itu, pengangkatan Suahasil dipandang dapat memberikan ketenangan jangka pendek, tetapi belum otomatis menghilangkan keraguan mengenai arah kebijakan ekonomi pemerintahan Prabowo.

Ujian sesungguhnya adalah apakah Suahasil memiliki fleksibilitas untuk menjaga disiplin fiskal sembari mewujudkan agenda pertumbuhan dan belanja pemerintah yang ambisius.

Baca juga artikel terkait MENKEU atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra