tirto.id - Mantan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, blak-blakan mengenai pencopotan dirinya dari Kabinet Merah Putih.
Purbaya mengonfirmasi perombakan besar-besaran terhadap ratusan pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) jadi salah satu alasan di balik pemecatan tersebut. Sebelumnya ia melakukan mutasi atas sekitar 350 pejabat Kemenkeu.
"Sebagian ada [kaitannya]. Itu kan hak prerogatif presiden, kita ikutin aja," ujar Purbaya usai serah terima jabatan di Kemenkeu, Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Ia mengatakan bahwa langkahnya bukan disebabkan oleh ketidaksepahaman kebijakan, sebab seluruh kebijakan yang ia jalankan selama menjabat selalu selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
Terkait nasib ratusan pejabat yang baru dilantiknya, Purbaya menyerahkan sepenuhnya kepada pejabat menteri keuangan yang baru.
Sempat Punya Feeling 50-50 Jelang Pencopotan
Purbaya mengungkapkan bahwa kabar pemecatannya baru ia ketahui secara pasti pada hari keputusan tersebut ditetapkan, kemarin.
Kendati sempat berdiskusi dengan Presiden Prabowo Subianto pada hari Jumat sebelumnya, topik yang dibahas kala itu merupakan isu lain. Meski demikian, Purbaya mengaku sempat memiliki perhitungan atau feeling akan dipecat dengan kalkulasi peluang 50-50 setelah berkomunikasi dengan presiden.
"Feeling-nya gak ada. Cuman ada hitungan saya, ada sesuatu yang mungkin 50-50 kansnya tapi mesti diambil. Tapi setelah itu kan hak prerogatif presiden," kata Purbaya.
Sempat Sebal dan Susah Tidur
Menanggapi unggahan media sosial anaknya yang menyebut kini bisa bernapas lega dan tidur nyenyak, Purbaya mengakui bahwa dirinya sendiri sempat merasa sebal dan mengalami kesulitan tidur usai menerima keputusan pencopotannya.
"Mudah-mudahan seperti itu ke depan. Soalnya semalam masih susah tidur. Masih sebel juga tuh. Tapi sekarang udah lumayan lah," ungkap Purbaya.
Purbaya pun tak menampik bahwa dirinya memiliki perasaan gusar usai dicopot sebagai Menteri Keuangan dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara.
"Ya ada [rasa sebal], kan gue juga orang. Emang gue robot," tambahnya.
Meski harus mengakhiri masa jabatannya lebih awal, Purbaya mengaku puas terhadap kinerjanya selama kurang lebih satu tahun memimpin Kemenkeu. Ia menyoroti keberhasilannya dalam mendorong laju pertumbuhan ekonomi nasional hingga berhasil menembus angka di atas 5 persen.
“Paling gak kan lumayan. Kita udah naikin pertumbuhan ekonomi dari berapa sih di bawah 5 persen, sekarang udah ke atas 5 persen,” ucapnya.
Sebelumnya, Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan melakukan perombakan besar-besaran di lingkungan Kementerian Keuangan dengan melantik ratusan pejabat baru.
Perombakan ini menyasar sekitar 50 pegawai eselon II dan 350 pegawai eselon III, mencakup pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas, Pejabat Fungsional, hingga pejabat pada Unit Organisasi Non Eselon Kemenkeu.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id

































